Laba BII Meninggi
Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mengumumkan pertumbuhan laba bersih secara konsolidasi teraudit sepanjang 2011 hingga 45 persen, atau menjadi Rp669 miliar dari Rp461 miliar pada 2010.
Laba sebelum pajak BII mencapai Rp985 miliar, naik 25 persen dari periode sebelumnya.
"Kinerja yang membaik memperlihatkan bahwa kerja keras kami dalam meraih kembali momentum pertumbuhan telah menghasilkan kenaikan laba. Saya yakin bahwa rencana pertumbuhan berkelanjutan di seluruh segmen bisnis lebih jauh akan meningkatkan kinerja kami sejalan dengan meningkatnya pangsa pasar dengan tetap memastikan kualitas aset yang baik."
Itu disampaikan Pjs Presiden Direktur BII Rahardja Alimhamzah seperti dikutip dari siaran pers yang diperoleh, Rabu (22/2).
Pertumbuhan laba BII didorong pertumbuhan kredit yang cukup kuat pada 25 persen. Sepanjang 2011, total kredit yang disalurkan bank tersebut naik menjadi Rp67,2 triliun dari sebelumnya Rp53,6 triliun.
Pertumbuhan terbesar tercatat pada penyaluran kredit korporasi yang tumbuh 42 persen dari Rp12,2 triliun menjadi Rp17,3 triliun. Kredit UKM dan komersial tumbuh 27 persen, sementara kredit konsumer 15 persen.
Pertumbuhan kredit tersebut menjadikan total aset BII per akhir Desember 2011 sebesar Rp94,9 triliun atau tumbuh 26 persen dari 2010 yang Rp75,2 triliun.(MI/DNI)



Krisis ekonomi sudah masuk ke Indonesia. Laporan keuangan yang kurang memadai dalam mempertimbangkan krisis ekonomi adalah menyesatkan. Misalnya krisis ekonomi akan menaikkan peluang debitur gagal bayar sehingga penyisihan penghapusan kredit menjadi kurang dari sebagusnya sehingga beban operasi kurang dari sebagusnya. Manajemen dari perusahaan yang baru merger biasanya akan melebih-lebihkan keberhasilannya dan mengecilkan kegagalannya.