Mungkin saya salah satu penonton yang tidak puas dengan 'Mata Najwa' episode kali ini, yang mengundang bpk Saurip Kadi sbg nara sumber dari kalangan militer. Terasa tidak tepat kehadirannya yang samasekali tak memberi 'subtansi' sejarah yg diharapkan keluar dari mulutnya setiap menjawab pertanyaan pewawancara. Nara sumber memperlihatkan dirinya seorang jenderal yang hanya berpengetahuan sedikit tentang sejarah militer. "Karena menjadi alat kekuasa jadi otomatis..." begitu kata pak Saurip. Padahal kita tahu saat itu belum ada rezim orba dan militer masih membentuk jadidirinya. Mungkin lebih baik jika mengundang Kiki Shanarki atau mungkin Sintong Panjaitan agar thema yg bagus dan menarik ini "hidup" berisi. Atau jenderal lainnya seprti Tyasno Sudarto (mantan Ksad) yang sangat tahu bila sekarang hidup telah berada di alam demokrasi, tidak seperti nara sumber yg berkesan enggan bicara atau mungkin memang tak tahu apa-apa tentang sejarah militer. Untung ada Salim Said membuat 'Mata Najwa' tertolong tetap jujur dan berani.
Mungkin saya salah satu penonton yang tidak puas dengan 'Mata Najwa' episode kali ini, yang mengundang bpk Saurip Kadi sbg nara sumber dari kalangan militer. Terasa tidak tepat kehadirannya yang samasekali tak memberi 'subtansi' sejarah yg diharapkan keluar dari mulutnya setiap menjawab pertanyaan pewawancara. Nara sumber memperlihatkan dirinya seorang jenderal yang hanya berpengetahuan sedikit tentang sejarah militer. "Karena menjadi alat kekuasa jadi otomatis..." begitu kata pak Saurip. Padahal kita tahu saat itu belum ada rezim orba dan militer masih membentuk jadidirinya. Mungkin lebih baik jika mengundang Kiki Shanarki atau mungkin Sintong Panjaitan agar thema yg bagus dan menarik ini "hidup" berisi. Atau jenderal lainnya seprti Tyasno Sudarto (mantan Ksad) yang sangat tahu bila sekarang hidup telah berada di alam demokrasi, tidak seperti nara sumber yg berkesan enggan bicara atau mungkin memang tak tahu apa-apa tentang sejarah militer. Untung ada Salim Said membuat 'Mata Najwa' tertolong tetap jujur dan berani.
Kalau presiden kontrovesial ada?????
catatannya kepotong...