Unclos Dibalik Kebocoran BBM Bersubsidi. a. Sejak Unclos disetujui tanggal 20 May 2009 oleh Pimpinan Sidang Paripurna Wakil Ketua DPR Muhaimin, Indonesia tidak memperoleh manfaaat apapun dari ratifikasi Unclos. Kesepakatan antar Menlu tentang jangan mencuri ikan dan/atau meskipun Unclos sudah diratifikasi malah berlanjut “pencurian ikan makin gila”. Sejak pak Harto lengser yaitu usaha produksi ikan beku di Indonesia hingga kini tidak realitis dengan kondisi hiruk pikuk keberadaan ribuan kapal berbobot 30 Gross Ton. Sisi lain per November 2010 tercatat ada macam-macam peristiwa yaitu Bea Cukai memergoki Penyelundup BBM bersubsidi 475.000 liter, ada kapal tangker penyelundup BBM yang tenggelam di Selat Sunda serta ada pula Polisi di Kepulauan Natuna menangkap 14 kapal berbendera Indonesia sebagai pengepul ikan beku untuk diover ke Kapal Induk yang sedang menunggu di perairan laut lepas. Asal tahu saja bahwa kapal-kapal pencari ikan dizona eklusif Perairan Indonesia memperoleh kenikmatan BBM bersubsidi, namun ikan beku diover/dibawa kabur Kapal Induk pada gilirannya usaha produk ikan kaleng “baku lokal barang import”. b. Kembali ke Unclos dan kesepakatan para Menlu, hingga sekarang pengolahan ikan beku tidak pernah diproduksi didalam negeri malah BBM bersubsidi dibobol para Pencuri ikan. Tahun 2009 BBM bersubsidi cuma 45 Triliun, akan tetapi pada tahun 2010 langsung melonjak drastis mencapai 88,9 Triliun sementara RAPBN 2011 pengaturan BBM bersubsidi diproyeksikan hanya ada kenaikan tipis 95.9 Triliun. Manakala BBM bersubsidi RAPBN 2011 akan dicabut Pemerintah maka Anggaran sebesar 95.9 Trilyun harus dikompensasikan untuk Alokasi Jamsosnas. Rakyat Indonesia berhak memperoleh Jaminan Sosial dari Lahir sampai masuk Liang Kubur. Sekarang tiba saatnya tak perlu repot-repot jadi PNS, mulai tahun 2011 Rakyat Indonesia harus dicover Askes serta gratis Taspen/Pensiun! Jelas tho! c. Silahkan Komentari, modal awal Jamsosnas dapat durian runtuh sebesar 95.9 Trilyun. Woow. paksoniserpong@gmail.com ; SMS : 081510121447
erni, Jumat, 17-Desember-2010
Alasan rahasia negara, Padahal KEBOHONGAN KEPADA RAKYAT
Unclos Dibalik Kebocoran BBM Bersubsidi. a. Sejak Unclos disetujui tanggal 20 May 2009 oleh Pimpinan Sidang Paripurna Wakil Ketua DPR Muhaimin, Indonesia tidak memperoleh manfaaat apapun dari ratifikasi Unclos. Kesepakatan antar Menlu tentang jangan mencuri ikan dan/atau meskipun Unclos sudah diratifikasi malah berlanjut “pencurian ikan makin gila”. Sejak pak Harto lengser yaitu usaha produksi ikan beku di Indonesia hingga kini tidak realitis dengan kondisi hiruk pikuk keberadaan ribuan kapal berbobot 30 Gross Ton. Sisi lain per November 2010 tercatat ada macam-macam peristiwa yaitu Bea Cukai memergoki Penyelundup BBM bersubsidi 475.000 liter, ada kapal tangker penyelundup BBM yang tenggelam di Selat Sunda serta ada pula Polisi di Kepulauan Natuna menangkap 14 kapal berbendera Indonesia sebagai pengepul ikan beku untuk diover ke Kapal Induk yang sedang menunggu di perairan laut lepas. Asal tahu saja bahwa kapal-kapal pencari ikan dizona eklusif Perairan Indonesia memperoleh kenikmatan BBM bersubsidi, namun ikan beku diover/dibawa kabur Kapal Induk pada gilirannya usaha produk ikan kaleng “baku lokal barang import”. b. Kembali ke Unclos dan kesepakatan para Menlu, hingga sekarang pengolahan ikan beku tidak pernah diproduksi didalam negeri malah BBM bersubsidi dibobol para Pencuri ikan. Tahun 2009 BBM bersubsidi cuma 45 Triliun, akan tetapi pada tahun 2010 langsung melonjak drastis mencapai 88,9 Triliun sementara RAPBN 2011 pengaturan BBM bersubsidi diproyeksikan hanya ada kenaikan tipis 95.9 Triliun. Manakala BBM bersubsidi RAPBN 2011 akan dicabut Pemerintah maka Anggaran sebesar 95.9 Trilyun harus dikompensasikan untuk Alokasi Jamsosnas. Rakyat Indonesia berhak memperoleh Jaminan Sosial dari Lahir sampai masuk Liang Kubur. Sekarang tiba saatnya tak perlu repot-repot jadi PNS, mulai tahun 2011 Rakyat Indonesia harus dicover Askes serta gratis Taspen/Pensiun! Jelas tho! c. Silahkan Komentari, modal awal Jamsosnas dapat durian runtuh sebesar 95.9 Trilyun. Woow. paksoniserpong@gmail.com ; SMS : 081510121447
Alasan rahasia negara, Padahal KEBOHONGAN KEPADA RAKYAT