Awards Night 2011
Presiden Abu-Abu berhasil menyabet piala Eagle Awards kategori Film Dokumenter Terbaik.
Film Presiden Abu-Abu bercerita tentang perjuangan Ricardo Hutahahea yang dikenal sebagai "presiden abu-abu" dalam menyelesaikan persoalan warga Kampung Beting, Jakarta Utara, untuk mendapatkan pengakuan negara atas hak-hak sipilnya.
Film karya sutradara Mutiara Paramitha Andika dan Afied Riyadi tersebut dinilai berhasil menampilkan gambaran Kampung Beting dikenal sebagai pemukiman warga marjinal dengan status sipil yang abu-abu.
Film dokumenter, Mutiara Pesisir Pantai menjadi pemenang Eagle Awards kategori Film Favorit Pemirsa. Film yang disutradarai Belo dari Timika, Papua, tersebut mengisahkan perjuangan pekerja kesehatan dan tenaga relawan dari warga Pantai Ipaya distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua.
Para relawan yang disebut mama-mama kader tersebut memberikan pendidikan dan pelayanan kesehatan di tengah terbatasnya akses transportasi di tengah kondisi alam Papua. Pemenang kategori film favorit pemirsa mendapatkan hadiah sebuah laptop Macbook Pro.
Sementara kategori Film Rekomendasi Juri dimenangkan oleh Garamku Tak Asin Lagi, karya sutradara Jamaluddin Phonna dan Azhari dari Aceh. Film ini bercerita tentang para perempuan Aceh yang sebagian besar adalah janda dalam mempertahankan produksi garam lokal Aceh yang dibuat secara tradisonal di tengah monopoli garam impor. Pemenang kategori tersebut mendapatkan satu set kamera profesional.
Dua film lainnya yang masuk menjadi finalis ajang kompetisi film dokumenter Eagle Awards 2011 adalah Hutanku Sekolahku, karya sutradara David Suryadi dan Roberto Satyadi asal Padang, Sumatra Barat, serta film Adeus Timor Lorosae, karya M Zulfi Ifani dan Kurnia Ramadhani.
Hutanku Sekolahku bercerita tentang sekelompok orang yang peduli akan pendidikan suku Mentawai di pedalaman Hutan Siberut, yang merasa terabaikan oleh pemerintah. Sementara film Adeus Timor Lorosae bercerita tentang usaha warga baru eks Timor-Timur di kamp pengungsian Naibonat, Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur untuk hidup yang mandiri.
Malam penghargaan kompetisi dinilai oleh tim juri Sentot Sahid, Felia Salim, Ine Febriyanti dan juri tamu, Leonard Retel Helmrich. Acara ini juga dimeriahkan oleh artis pengisi acara, Bondan featuring Fade 2 Black, RAN, dan Saykoji.
"Terbang bagai elang menembus batas cakrawala, dengan mata lensa kami rekam fakta dan realita, menjadi saksi atas perubahan yang terjadi melalui karya-karya sineas muda Indonesia". Begitulah tema yang diusung Eagle Awards Documentary Competition 2011 "Bagimu Indonesia".



