Ironi Pendidikan

Mata Najwa / Rabu, 21 Desember 2011 23:03 WIB

Siami, seorang warga Surabaya, Jawa Timur, tak pernah membayangkan niat tulusnya mengajarkan kejujuran kepada sang anak, justru menuai petaka. Di bulan Mei 2011 lalu, ia melaporkan guru SDN Gadel 2, Tandes, Surabaya yang memaksa anaknya, Alif memberikan contekan kepada teman-teman sekelasnya, saat Ujian Nasional. Ia tak gentar saat ratusan warga Gadel mengusir keluarganya keluar dari kampung. Siami dituding berkhianat karena telah membongkar aib sekolah.  Setelah muncul di media massa, akhirnya kasus contekan massal ini merebak ke penghujung negeri. Dukungan dari masyarakat luas yang peduli akan kejujuran terus mengalir. Siami sekeluarga kini pindah ke rumah baru, dengan harapan, putranya bisa berkonsentrasi melanjutkan sekolah tanpa ancaman dari lingkungan sekitar.


Lain Siami, lain pula Ruwet Dionah. Warga Tegal, Jawa Tengah ini patah hati ketika sang anak, Eko Haryanto nekad gantung diri karena menunggak iuran SPP selama 10 bulan. Peristiwa tragis yang terjadi di tahun 2005 ini, membuat Eko cacat seumur hidup. Kini Eko terpaksa berhenti sekolah, karena ia kesulitan berjalan dan berbicara.


Kisah Alif dan Eko adalah potret buram dunia pendidikan di Indonesia. Guru dan orang tua menghalalkan segala cara agar anak mereka mendapat gelar juara. Di lembar lain, pendidikan hanya milik mereka yang memiliki materi lebih, namun memarjinalkan mereka yang papa.





Bookmark and Share

KOMENTAR [3]

  • Budi, Kamis, 22-Desember-2011

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan untuk dirinyadan masyarakat.
    Seperti banyak kasus sekarang, biaya pendidikan mahal, aksi suap menyuap dalam pendidikan, aksi contekan masal (udah rahasia umum). Dari situ sudah bisa dilihat bahwa pendidik saja sudah mengajarkan akhlak bejat, lalu bagaimana dengan anak didiknya? Mereka sudah di ajarkan dengan hal yang buruk... Di sini saya sbagai guru juga malu melihat pendidikan sekarang...
    Pemerintah mengajarkan suap menyuap terhadap CPNS, terutama untuk guru, lalu gurupun jga menerapkan hal demikian kepada peserta didik, lalu bagaimana jadinya peserta didik kedepannya???
    Apakah tetap berlanjut sampai dunia hancur?

  • Liem, Rabu, 21-Desember-2011

    Itulah perbedaan pendidikan dahulu dengan sekarang. Dulu meskipun masih CBSA ataupun KBK, murid di tuntuk agar mereka bisa dan lbih utama moralnya yang terpenting. Namun sekarang, banyak murid ataupun guru menghilangkan nilai moral itu. Banyak sekolah yang mencari nama baik tanpa memikirkan cara yang digunakan. Namun, itu semua tak lepas dari tuntutan pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat. Pertanyaannya sekarang, siapa yang harus dipersalahkan? Siapa yang akan bertanggung jawab? Murid, guru atau pemimpin?

  • Muhammad Ayyub, Rabu, 21-Desember-2011

    Anggaran pendidikan dari negara untuk pendidikan sebesar 20% tidak bisa membuat pendidikan semakin baik,hal itu karena beberapa faktor dalam ilmu pendidikan yang menjadi modal dasar untuk pendidikan yang maju,berwawasan luas,dan menjadi kiblat untuk negara2 lain,yaitu:pertama,biaya pendidikan yg terjangkau;kedua,sang pendidik yg kharismatik;ketiga,lingkungan pendidikan yg ideal;dan keempat,pengawasan org tua murid yang baik.sehingga kedepannya pendidikan di negara kaya ini akan baik.thanks.

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *