Jangan Hanya Angie

Editorial Media Indonesia / Sabtu, 4 Februari 2012 07:40 WIB

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memenuhi sebagian janji mereka. Lembaga antikorupsi itu, kemarin, menetapkan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh sebagai tersangka dalam kasus korupsi Wisma Atlet.

KPK juga mencegah politikus PDIP I Wayan Koster bepergian ke luar negeri hingga satu tahun ke depan. Nama Angelina dan Koster disebut dalam kasus Wisma Atlet yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Lebih dari dua saksi di persidangan Nazaruddin mengungkapkan adanya aliran dana Rp2 miliar dan Rp3 miliar ke Angelina dan Koster untuk mengegolkan anggaran proyek Wisma Atlet SEA Games 2011. Ketua KPK Abraham Samad berjanji penetapan bintang iklan 'katakan tidak pada korupsi' itu sebagai tersangka merupakan pintu masuk menuju tersangka lainnya.

Keputusan KPK tersebut, kendati baru memenuhi sebagian janji, patut diapresiasi. Hal itu disebabkan selama ini kasus yang menyeret sejumlah elite Demokrat tersebut berjalan bak siput, amat lambat jika dibandingkan dengan kasus lainnya yang ditangani KPK.

Dalam kasus cek pelawat, misalnya, KPK sangat gesit menetapkan para tersangka. Dalam kasus dana percepatan infrastruktur daerah, KPK bahkan hanya butuh waktu sebulan untuk menjerat anggota DPR dari PAN Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka.

Dengan menjadikan Angelina sebagai tersangka, harapan publik bagi terungkapnya kasus Wisma Atlet yang sempat redup kini kembali menyala.

Namun, itu belum cukup.

KPK masih punya utang janji yang jauh lebih besar nilainya, yakni menjerat nama lain yang santer disebut terlibat kasus Wisma Atlet. Nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, misalnya, disebut baik oleh Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, maupun Yulianis terlibat proyek senilai Rp191 miliar itu.

Nyali KPK masih harus dibuktikan untuk menunjukkan kepada publik bahwa setiap orang harus diperlakukan sama di muka hukum, sekalipun ia ketua partai berkuasa.





Bookmark and Share

KOMENTAR [2]

  • Bambang Soehartono, Selasa, 7-Februari-2012

    KPK apa msh "takut"dng penguasa ?sehrsnya semua yg.sdh disebut saksi & langsung terkait kasus yg disidik ya hrs.dilanjut !jangan LELET Permanen lagi !contoh : Anas.Wayan K

  • jambal, Sabtu, 4-Februari-2012

    Negara kita sudah menuju kehancuran, coba lihat: Kerusuhan ada dimana mana, Bentrokan aparat dgn rakyat makin sering terjadi, Tawuran murid sekolah hampir setiap hari, Aparat hukum malah menodong, memeras, memperkosa, menyiksa, Harga2 naik,TDL, beras, sembako, Demo buruh merajalela, Pembakaran dan perusakan fasilitas umum makin sering terjadi, Kota2 besar makin sering banjir total saat musim hujan, Lalin seantero jawa sumatra tersendat Korupsi terjadi di mana mana, dari DPR, Kejaksaan, Pajak, Tokoh politik, Partai, Negara semakin miskin, penguasa semakin kaya raya, Kepercayaan rakyat kepada pemerintah turun drastis, Negara seakan sudah tidak ada pemerintahan lagi, 15 tahun era reformasi, negara kacau balau. Mau dibawa kemana kah hai negeri ku tercinta ini?

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *