Nuansa Pedesaan ala Kampung Tajur Purwakarta
PERNAHKAH Anda membayangkan tinggal di suatu kampung yang masih asri, udara sejuk tanpa polusi dan tentunya bebas dari ingar bingar kota? Sebuah kampung di Desa Pesanggrahan, Purwakarta, dikembangkan sebagai tempat wisata berbasis wawasan lingkungan dan pelestarian budaya Sunda.
Terletak 35 kilometer dari kota Purwakarta, Kampung Tajur menawarkan nuansa alami pedesaan lengkap dengan pemandangan Bukit dan Gunung Burangrang. Desa wisata yang didirikan sejak tahun 2005 ini memiliki 40 rumah tinggal berbentuk rumah panggung yang menyatu dengan rumah warga (home stay).
Umumnya, tiap rumah memiliki dua atau tiga kamar yang biasa disewakan. Fasilitas rumah di antaranya listrik berdaya 450 Watt, dapur dan kamar mandi. Namun, tidak semua rumah memiliki kamar mandi di dalam. Kamar mandi di sana terpisah di luar, dekat dengan balong atau kolam ikan, khas dari sebuah kampung.
Untuk penginapan, tamu yang datang dikenakan biaya Rp.100.000,- per malam. Itu diluar dari biaya konsumsi. Bila tak mau repot urusan makanan, Anda cukup membayar biaya konsumsi sebesar Rp.30.000,- per hari kepada pemilik rumah untuk dimasakkan nasi beserta lauk pauknya.
Ke Kampung Tajur, pengunjung tidak hanya sekadar menikmati suasana pedesaan semata. Namun dapat merasakan kehidupan warga desa layaknya para petani yang sedang membajak sawah, menanam padi, menyadap gula aren, membuat anyaman bambu, hingga membuat rangginang.
Jangan khawatir tersesat karena banyak warga yang bersedia membantu untuk menjadi tour guide. Berwisata di Kampung Tajur bisa menjadi pilihan liburan akhir pekan Anda bersama keluarga. Pengunjung dapat menyelami kehidupan sehari-hari warga desa sekaligus mengenal lebih dekat budaya warga Kampung Tajur yang tentunya berbeda dengan kehidupan warga perkotaan.



