Nilai Rupiah Cenderung Menguat
Metrotvnews.com, Jakarta: Rupiah masih menunjukkan tanda-tanda menguat, karena interest diferensial dengan mata uang lainnya. Senin (22/12) pagi, rupiah mulai diperdagangkan di posisi Rp 11.000 per dolar Amerika Serikat. Harapan pelaku pasar akan penurunan BI Rate menahan pelemahan rupiah.
Pelaku pasar berharap range interest yang cukup jauh memberikan peluang Bank Indonesia untuk memangkas BI Rate lebih signifikan, sehingga mendorong pemulihan ekonomi.
Laju penguatan rupiah juga terhambat transaksi saham yang sudah mulai sepi menjelang libur Natal dan Tahun Baru serta adanya permintaan dolar yang tidak underlying, seperti posisi derivatif dapat menghambat laju penguatan rupiah. Sepanjang hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di level Rp 10.800 hingga Rp 11.200 per dolar.(BEY)



