Penguatan Rupiah Tidak Memacu Kinerja Ekspor
Metrotvnews.com, Jakarta: Menguatnya nilai tukar rupiah tidak serta merta meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Banyak faktor lain berpengaruh misalnya impor bahan baku. Pendapat itu diutarakan Pejabat sementara Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Adi Putra Taher di Jakarta, Senin (2/8).
Adi menilai, kurs rupiah yang berlaku saat impor bahan baku dilakukan, acapkali berbeda dengan saat ekspor produk industri terjadi. Alhasil, terjadi disparitas (perbedaan) kurs yaitu ketika membeli bahan baku dan menjual barang jadi.
Menurutnya, tak jarang kurs rupiah melemah saat impor bahan baku. Alhasil, eksportir mengalami kerugian kurs saat mengimpor bahan baku. Kondisi nilai tukar yang mendukung kinerja ekspor justru tidak menimbulkan terjadinya fluktuasi yang terlalu lebar. Adi Putra menilai fluktuasi rupiah sebaiknya tidak melewati kisaran 300 per dolar Amerika Serikat. (*****)



