Rizal Ramli: Redenominasi Pemborosan, Tidak Urgent
Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana redenominasi mata uang rupiah yang diumumkan Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution mendapat reaksi negatif dari sejumlah pengamat ekonomi. BI seharusnya lebih berkonsentrasi pada tugas utamanya, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga nilai rupiah menguat.
Menurut mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli, bagi kalangan atas, boleh jadi pemotongan nilai uang tersebut tidak ada masalah. Mereka tidak perlu membawa uang banyak-banyak.
Tapi berbeda bagi rakyat kecil di pelosok daerah. Pendiri Econit Advisory Group itu berpendapat redenominasi itu justru akan menambah kesengsaraan masyarakat kecil. Di pedesaan, Rizal mengatakan, sampai saat ini nilai uang Rp50 pun masih berarti. Jika redenominasi dilakukan, mereka akan kesulitan dengan pembelian barang-barang kebutuhan.
Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia Rizal Ramli justru berharap BI lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih utama dan prioritas. Rizal menyebutkan soal selisih tingkat bunga yang terlalu tinggi. Juga soal penguasaan bank asing di perbankan nasional dan hot money.
"Kok malah ngurusin soal pemotongan uang, yang menurut pendapat kami tidak ada urgensinya," kata Rizal. Ia menegaskan bahwa gagasan itu sebagai pemborosan.
Sebelumnya untuk mendukung rencana rede-nominasi itu, BI mengaku telah melakukan studi banding ke beberapa negara yang sukses melakukan hal serupa. Misalnya ke Rumania yang memotong empat digit angka, serta Turki yang memotong nilai tukarnya dari nilai satu juta sama dengan 1.(DSY)




P. Rizal ramli ini bisa nya kritik saja tanpa berbuat, pada waktu jadi menteri dulu dk ada geberakan nya. redenominasi saya pikir tdk akan menyulitkan masyarakat bawah, nanti akan berlaku nilai sen, ketip dsb. saya acung jempol utk P. Darmin, setiap menduduki suatu jabatan selalu ada terobasan/ visi. ini yg perlu kita jadikan contoh. bukan hanya kritik tapi ngak pernah ada terobosan. seperti rizal ramli, ichsanudin noersie, saparini, kwiek dsb.
Wah kalau jadi redenominasi ENAK DONG KORUPTOR, di UU antikorupsi di TULIS Korupsi Rp. 250.000.000,- sama dengan 1 tahun penjara. Setelah redenominasi APAKAH OTOMATIS AKAN MERUBAH UU? tentu tidak, BAYANGKAN BERAPA WAKTU DAN UU YANG HARUS DIRUBAH? benar2 pemborosan dan pro koruptor policy nech!!!!
Oh..iya jaman Rizal Ramli dulu juga tidak ada perbaikan ekonomi Indonesia yang berarti, malah menambah krisis saja. Kami dari Kalimantan Tengah sangat setuju dengan keputusan pemerintah yang ada sekarang, jadi sangat mendukung keputusan BI.
Kenapa begitu takut dengan redenominasi, di tempat kami jangankan Rp.100,- uang Rp.1.000,- sudah tidak ada harganya apalagi Rp.50,- dapat apa beli di warung, atau mungkin karena takut gaji yang sudah jutaan menjadi ratusan ribu saja, atau para koruptor takut karena sudah milyaran korupsi hanya menjadi jutaan saja. kalau Rp.1.000,- menjadi Rp.1,- berarti 1 USD sama dengan Rp.8,- siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan...?
tlg donk BI g usah macem2,mending urusin tingkat suku bungamu yg terlampau tinggi, biar semua sektor bs tumbuh.jg malah bikin redenominasi,mereka (rumania,turki) udah maju,lha kita?rakyat aja msh banyak yg susah.redenominasi bs jd bumerang lho,lihat tuh zimbabwe malah kacau balau.