Pelaku Pasar Tradisional Dukung Redenominasi
Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia memang masih membutuhkan waktu cukup panjang untuk melakukan sosialisasi terkait rencana redenominasi atau penyederhanaan nominal mata uang. Redenominasi nantinya akan memotong tiga digit angka dalam rupiah, sehingga Rp 1.000 nantinya akan menjadi Rp 1.
Lalu, bagaimana dengan nominal uang yang lebih kecil? Bagaimana nasib koin Rp500 atau Rp200? Sejauhmana uang pecahan ini digunakan masyarakat dalam bertransaksi? Ini bisa dilihat, salah satunya, lewat transaksi jual-beli di pasar tradisional.
Menurut sejumlah pedagang, meskipun beberapa komoditas sayuran seperti tomat, jeruk nipis, bawang merah, masih bisa dibeli dengan uang Rp500 per buahnya, namun para pembeli sudah jarang membeli barang berharga murah dalam jumlah satuan. Artinya, rupiah dengan nominal kecil jarang digunakan dalam bertransaksi.
Sejumlah pembeli juga tidak khawatir dengan rencana redenominasi yang akan diterapkan BI. Yang terpenting nilai mata uang tersebut tidak berkurang alias tetap.
Melihat kenyataan itu, studi dan sosialisasi yang mendalam tampaknya tetap perlu dilakukan oleh Bank Indonesia. Agar dalam penerapan redenominasi, khususnya transaksi di pasar tradisional, tidak terjadi kebingungan di masyarakat.(RIE)




saya bukan hanya mendukung Redenominasi, tetapi rupiah ga ada nilainya pun saya setuju... atau gubernur dan sby menelantarkan rupiah pun saya ga peduli--- masa bodoh lah... toh akibatnya suh rakyat juga yang nanggung--- liat ajah pindahan dari mitan ke gas-- toh yang mati dan menderita akibat kebakaran juga rakyat bukan sby--- atau negara mau dijual pun ga apa-apa--- silahkan saja... mumpung lagi berkuasa--- silahkan saja bebeas ajah-===== Toh negara miliki sby dan kroninya--- Bebas dan bebas lah--- kalau ada rakyat melawan masukan penjara atau culik, gampang kan... anggap saja HAM dan konversi dunia tidak berlaku--- Hebatkan Indonesia--- MAKLUM NEGERI M E R D E K A!
mungkin pak darmin ini kurang kerjaan..jadi yang dipikiri hal2 yang rasanya gak perlu.. apa bener pasar tradisional menyambut baik??? jangan2 hanya berita burung untuk memuluskan rencana redenominasi..sampai saat ini pun kelihatannya masih banyak masyarakat kecil yang masih berbelanja di pasar tradisional dengan nominal belanja yang hanya beberapa ratus rupiah.Kalau saat ini nilai ratusan dianggap tidak laku, terus harga barang yang misalnya 150 rupiah per biji (misalnya penghapus pensil milik anak2 SD) akan langsung dibulatkan menjadi Rp 1,- (yang artinya Rp. 1000,-)...maka berhati-harilah...INFLASI DIDEPAN MATA...
Yang repot koq malah para ekonom.. apapun namanya yang penting nilainya sama...
pelaku pasar yg mana dulu neyyy, jangan2 yg diliput ma tv khan???? kalo di daerah ma, kalo policy redenominasi dianggap merugikan, paling2 BUPATI/GUBERNUR langsung digantung...g pake nunggu instruksi boss2 parlement pusat...
yang lebih penting meningkatkan nilai mata uang rupiah daripada membikin kebijaksanaan yang malah membingungkan,masak rupiah kita lebih rendah dari rupee india gimana boss