Kemenkop Siapkan Rp20 Triliun Bagi UKM

Bisnis Hari Ini / Ekonomi - / Senin, 17 Januari 2011 15:15 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Guna menunjang pertumbuhan Unit Kegiatan Masyarakat (UKM), Kementrian  Koperasi Usaha Kecil dan Menengah menyiapkan dana pinjaman sebesar Rp20 triliun dalam bentuk bantuan kredit usaha rakyat (KUR). Demikian diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan saat mengunjungi sentra pengrajin ukiran di Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (17/1).

Menurut Syarif, para pengrajin harus memanfaatkan kredit dengan nilai pinjaman di bawah Rp20 juta ini. Pasalnya, Pemerintah tidak memberlakukan syarat agunan.

Rencananya, Pemerintah akan bekerja sama dengan sejumlah bank untuk proses pendistribusian pinjaman tersebut. Dalam program ini Kemenkop juga memperluas jumlah pinjaman bagi pengusaha menengah hingga Rp500 juta.(**)



Bookmark and Share

KOMENTAR [2]

  • diah, Selasa, 22-Februari-2011

    pemerintah hanya bisa buat program2 janji,realitanya nol besar. pelaku usaha kecil tetap saja sulit mendapat pinjaman tanpa agunan...karena dananya sudah habis di caplok sama pengusaha2 kelas kakap.

  • janji doang, Selasa, 18-Januari-2011

    ah ... ini proyek omong kosong ! bohong besar ! faktanya para ukm sulit mendapatkan pinjaman dari bank. kur ini hanya mengucur kepada sanak famili orang bank saja. cek aja ke lapangan. pemerintah omong kosong ! rakyat makin miskin ....

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *