Lagi, Terdengar 12 Ledakan di Pesantren Umar bin Khattab
Metrotvnews.com, Bima: Sebanyak 12 kali ledakan terdengar saat polisi menyisir Pondok Pesantren Umar bin Khattab di Desa Sila, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/7) sore. Ledakan tak begitu kuat, tapi cukup mengagetkan.
Ledakan susulan kali pertama terdengar sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah itu, selang beberapa menit, serentetan ledakan terdengar susul menyusul. Setelah dihitung ternyata ada 12 kali ledakan.
Ledakan diduga berasal dari bom molotov. Di dalam ponpes memang diketahui banyak bertebaran sisa bahan peledak. Polisi juga menemukan tiga bom lain. Belum lagi benda-benda berbahaya lain, seperti panah dan parang.
Polisi menemukan sejumlah botol berisi kabel dan pasir di beberapa tempat di dalam ponpes. Botol juga ditemukan di rumah Pimpinan Pesantren Umar bin Khattab, Ustad Abrori, dan di pinggir kanan pesantren.
Tapi ponpes sepi. Ponpes sudah ditinggalkan pengasuh dan santri sebelum polisi akhirnya bisa masuk ke dalam ponpes. Sebelumnya, dua hari pascaledakan, polisi sama sekali tak bisa mendekati ponpes karena diadang puluhan santri dengan senjata terhunus.(ICH)




kalian kebanyakan umung. padahal kalian cuma kacung. ngumung tanpa dasar.
dibakar saja semua madrasah alirsyaad,wahabit salafit jhawarij.gantung uztad2nya.irsyaad murtadilah kafirulah,irsyad haramnjuadah laknatulah.basmi irsyaad,khawarij.bakar ponpes ngruki.bakaaaarrrr.bakar rumah baasyir,bakaaaarrr
TINDAKAN APAPUN YANG AKAN MERUSAK KEDAULATAN NKRI,TERUTAMA NYAWA MASYARAKAT DI NEGERI INI HARUS DI BASMI,sekarang masalahnya, para penegak hukum bisa berbuat adil dan tegas apa tidak...?
jadi polisi jangan jual peluit di jalan mlulu
apakah masih ada kepedulian masyarakat di sekitar pesantren ? berarti perangkat desa, RT,RW belum mempunyai kepedulian, partisipasi masyarakat harus di kedepankan dalam pencegahan terorisme, anarkisme, kriminalisme, masyarakat harus dididik untuk berani melaporkan keganjilan/ kejanggalan yang terjadi di lingkungan nya.