Warga yang Sempat Mengancam Berbelot Konvoi 17-an
Metrotvnews.com, Lindayan: Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-66 Republik Indonesia, Rabu kemarin, diperingati secara istimewa oleh warga Pulau Lingayan, salah satu pulau terluar di Sulawesi Tengah. Mereka menggelar konvoi perahu motor yang sudah dihiasi aksen Merah Putih di sepanjang perairan Selat Makassar menuju Pulau Lingayan.
Konvoi itu menjadi pembuka peringatan HUT RI di Pulau Lingayan, Kabupaten Toli-toli. Upacara yang diselenggarakan di salah satu pulau yang pernah diklaim menjadi milik Malaysia itu, diikuti sejumlah warga dan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulteng Sudarto.
Pulau Lingayan sengaja dipilih menjadi lokasi peringatan HUT ke-66 RI karena pulau itu sempat diklaim masuk dalam peta Malaysia. Bahkan, di tahun 2003, beberapa warga yang merasa terabaikan oleh Pemerintah Indonesia, pernah mengibarkan bendera negara jiran tersebut.
Untuk kali pertama, warga merasakan khidmatnya peringatan detik-detik proklamasi setelah puluhan tahun tidak merasakan debar nasionalisme saat upacara pengibaran bendera pada perayaan Hari Kemerdekaan RI. Pulau Lingayan berada beberapa mil dari perairan Indonesia, dan berbatasan langsung dengan Malaysia timur. Pulau itu dihuni oleh 87 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 352 jiwa.(DSY)



