Ngabekten, Saling Memaafkan ala Keraton Yogyakarta
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keraton Yogyakarta menggelar upacara tradisi Ngabekten dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah. Ngabekten merupakan tradisi saling me-maafkan di Jawa.
Di hari kedua Idul Fitri, para permaisuri keraton serta puteri-puteri keraton dan sejumlah pejabat puteri ikut dalam acara Ngabekten. Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Yogyakarta, menerima Ngabekten Puteri di Tratag Bangsal Proboyekso, Keraton Yogyakarta, Kamis (1/9).
Berbeda dengan Ngabekten lain-nya di Jawa, dalam Ngabekten di Keraton Yogyakarta tidak ada sepatah kata-pun yang terucap, baik dari Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Hemas maupun para puteri Sri Sultan dan kerabat puteri keraton lain-nya. Ngabekten ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat di Yogyakarta, seperti Bupati Gunungkidul Badingah, dan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu serta para isteri bupati walikota se-DIY.
Upacara dimulai setelah Sri Sultan memerintahkan untuk maju. Ngabekten diawali oleh Permaisuri GKRH, kemudian di-ikuti kerabat lainnya dengan berjalan ber-jongkok atau laku dodok untuk mendekati Sri Sultan.
Jika para puteri mencium lutut kaki kanan Sri Sultan, tidak demikian dengan kerabat yang masih saudara dengan Sri Sultan yang ber-tahta. Mereka hanya mengangkat kedua tangan, kemudian bersalaman. Ini merupakan bagian upaya melestarikan budaya Jawa.(DSY)



