Miris, Warga Miskin Tewas Karena Kelaparan
Metrotvnews.com, Nganjuk: Seorang warga miskin terbujur kaku di lahan milik PT. Kereta Api Indonesia di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Ironisnya, korban tewas karena kelaparan dan penyakit yang dideritanya.
Tak berlebihan jika kita menyebut Suwardi tewas karena kemiskinan. Pasalnya, warga miskin dari Desa Kandang Rejo, Bogor, Nganjuk, itu hanya berprofesi sebagai pemulung barang bekas. Bahkan, rumah korban terletak di dekat penampungan sampah.
Lelaki tua itu hidup sebatang kara. Tiap malam, ia hanya tidur beralaskan tikar di dekat areal pembuangan sampah. Bahkan, ia tidur di areal tanah yang bukan miliknya itu, tanpa ada atap yang melindunginya dari terik dan hujan.
Seorang teman Sumardi mengatakan, sudah dua minggu lelaki tua itu menderita sesak nafas. Karena tak punya duit, Sumardi pun menahan rasa sakitnya sendiri. Pasalnya, jangankan untuk berobat, untuk makan saja susah. Ajal pun menjemputnya. Pemulung tua itu meninggal berbalut kemiskinan yang membelitnya.
Kisah Sumardi, hanya salah satu potret dari kegagalan negara mengimplementasikan amanat Undang-undang Dasar 1945. Padahal, dengan terang Undang-undang Dasar 1945 menegaskan lewat Pasal 34 ayat 1 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.(****)




Telah nyata dan terbukti bahwa pemerinta tdk peduli dgn rakyatnya yg miskin, akibatnya apa? Sang pemimpin sibuk dgn urusan pribadi yg saling menjatuhkan. Ingat wahai pemimpin negri ini, "nyawa orang miskin akan merintih sepanjang masa"
MEMANG ENAK HIDUP DI INDONESIA INI PINJAM UANG DARI BANK PEMERINTAH MINTAK PROYEK, PROYEK PUNYA PEMERINTAH UNTUNGNYA BUAT GUA SENDIRI, KALU RUGI UANGNYA BAWA LARI KELUAR NEGRI orang miskin issssssss jijai GUA GK PERDULI HEHEHEHE
Semoga Allah mengampuni dosa2 kita, mereka ini tanggung jawab kita. Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq selama menjadi khalifah,setiap malam berkeliling kota madinah,mencari rakyatnya yang mungkin lapar atau sakit.
Ya mungkin karena penyakit juga kali....semiskin2nya orang kalau mau usaha biar pun kerja proyek ndak mungkin ampe kelaparan...
Bukan saja gagal, tp tidak pernah menjalankannya, dana Jaring sosial dan raskin habis sblm sampai ke sasaran.