Perbatasan Kosovo-Serbia Kembali Dibuka
Metrotvnews.com, Kosovo: Pasukan perdamaian NATO dan polisi Uni Eropa, Sabtu (1/10), kembali membuka pintu perlintasan di Jarinje, kota perbatasan Kosovo-Serbia, bagi lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Namun, pengunjuk rasa warga Serbia kembali memblokade jalan satu kilometer dari perbatasan.
Pasukan NATO juga memeriksa kendaraan yang diperkirakan menyelundupkan senjata dari Serbia ke wilayah utara Kosovo. Razia dilakukan setelah terjadi ketegangan dan bentrokan antara tentara dan pengunjuk rasa Serbia dalam beberapa minggu terakhir.
Pihak Serbia tidak ingin imigrasi dan polisi Kosovo melaksanakan tugasnya di perbatasan, karena Pristina mayoritas dikuasai etnis Albania.
Jumat lalu, para penjaga perdamaian dari Amerika Serikat dan Yunani, membuldoser batu penghalang yang digunakan warga Serbia, untuk merintangi jalan pihak imigrasi Kosovo bertugas.
Walaupun demikian, pihak Serbia masih menghalangi jalan-jalan di sebelah utara Kosovo. Tindakan warga Serbia ini menjadi tantangan tugas bagi pasukan penjaga perdamaian di Kosovo (K-for/). Saat ini, sedikitnya tiga ribu pasukan UE dan 5.500 pasukan NATO berada di Kosovo.
Bentrokan antara penduduk Serbia dan pasukan NATO di sekitar perbatasan, Selasa lalu, mengakibatkan tujuh orang Serbia dan empat tentara NATO terluka.
Warga Serbia menolak bekerja sama dengan pejabat Kosovo, karena menganggap wilayah tersebut adalah bagian dari Serbia, meski Kosovo telah menyatakan kemerdekaannya pada 2008 lalu.(RIZ)



