Tidak Ada WNI jadi Korban Gempa di Turki
Metrotvnews.com, Jakarta: Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter yang mengguncang wilayah timur Turki, menelan banyak korban jiwa. Bahkan, pemerintah Turki memerkirakan jumlah korban jiwa bisa mencapai seribu lebih. Sejauh ini jumlah korban meninggal yang sudah terdata mencapai 217 orang, dan seribu lebih luka-luka. Perwakilan Indonesia di Turki, memastikan hingga saat ini tidak ada korban dari warga negara Indonesia.
Robertus Irawan, Pejabat Pelaksana Fungsi Sosbudpen KBRI di Ankara, Turki, saat dihubungi Metro TV via telepon, Senin (24/10), menyatakan bahwa saat ini situasi di Turki, berangsur pulih. Tidak ada lagi gempa susulan.
"Kemungkinan besar (korban jatuh) iya karena masih banyak reruntuhan yang belum bisa dibersihkan. Tim Rescue setempat masih mengevakuasi korban," jelas Robertus.
Robertus mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban gempa. Lagipula, tidak ada catatan WNI yang tinggal di Kota Van, kota terparah dilanda gempa. Juga tidak ada catatan siswa WNI yang belajar di Van. Di Turki ini tercatat ada 500 orang berada di Turki, 250 di antaranya adalah pelajar. Mereka kebanyakan tinggal di kota-kota bagian barat Turki, seperti Ankara, Istanbul, dan Kismir. Sedangkan Van berada di wilayah Timur, berbatasan dengan Irak dan Iran.
Sejauh ini, tim SAR Turki dibantu sejumlah sukarelawan terus berusaha menyelamatkan korban yang terjebak reruntuhan bangunan akibat gempa 7,2 SR pada Ahad kemarin. Van adalah kawasan pegunungan di perbatasan Turki dan Iran. Sedikitnya 10 bangunan di Kota Van ambruk. Kawasan lain yang terparah akibat gempa adalah Ercis, yang populasinya 75 ribu orang. Sebanyak 80 gedung di Ercis ambruk, termasuk sebuah asrama.(DSY)



