BI akan Paksa Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit
Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia akan memaksa perbankan menyesuaikan suku bunga kredit menyusul penurunan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 50 basis poin dari 6,5 menjadi 6 persen.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, baru-bari ini, mengatakan, penurunan suku bunga acuan dilakukan sejalan dengan tingkat inflasi yang rendah tahun ini. Selain itu, policy rate Indonesia relatif terlalu tinggi dibanding negara-negara emerging market lain.
Darmin menambahkan, penurunan suku bunga juga dilakukan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi dunia dengan mendorong bergeraknya sektor riil. Meski demikian, penurunan BI rate ini tidak serta merta diikuti lending rate di kalangan perbankan nasional.
Karena itu, Bank Indonesia akan mendesak Perbankan nasional untuk mengikuti penurunan suku bunga dengan memantau rencana bisnis bank atau RBB yang akan disampaikan akhir tahun ini.
Darmin mengakui selama ini kalangan perbankan selalu beralasan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan suku bunga. Untuk memastikan perbankan mengikuti penurunan suku bunga acuan BI, Darmin mengatakan pihaknya akan memeriksa semua RBB bank.
Menurut Darmin, BI akan memanggil bank yang bersangkutan, bila dalam RBBnya bank tidak memasukan indikator penurunan suku bunga acuan.(IKA)




Kalau direktur utama juga direktur keuangan pihak kreditur dan pihak debitur masih dipegang oleh marketing (termasuk sales) atau oleh yang berkarir dari marketing dan oleh pemilik, maka suku bunga kredit sulit turun tanpa membahayakan kemakmuran kreditur. Sebagusnya jabatan tersebut dipegang oleh minimal S1 Ekonomi (kecuali marketing dan sales karena di bawah minimal S1 Ekonomi) yang berkarir dari minimal bagian keuangan termasuk akuntansi bukan administrasi (karena di bawah minimal S1 Ekonomi). Mereka ini disebut manajer profesional.