Perempuan dan Pemberantasan Korupsi
Metrotvnews.com, Jakarta: Sederet nama perempuan marak diberitakan tersangkut kasus korupsi. Namun di sisi lain, perempuan juga diharapkan menjadi tonggak pemberantasan korupsi. Dari lingkungan paling kecil, yakni dari rumahlah pendidikan nilai-nilai kejujuran yang penting diterapkan demi generasi mendatang yang bersih. Untuk menerapkan nilai-nilai itu, peran seorang ibu tentu menjadi sangat diharapkan.
Siapa tak kenal Artalyta Suryani yang sempat dijuluki sang Ratu Suap. Selain ditangkap karena menyuap Jaksa Urip Tri Gunawan sebesar Rp5,9 miliar, nama Artalita juga kembali mencuat saat kedapatan memiliki penjara mewah di Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta.
Selain Artalyta, publik tentu tak akan melupakan sederet nama perempuan yang tersangkut kasus korupsi. Sebut saja Nunun Nurbaeti, tokoh kunci kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Ada juga Inong Malinda Dee yang mengeruk dana nasabah Citi Bank hingga miliaran rupiah. Terus Mindo Rosa Manulang, terpidana kasus suap wisma atlet, dan Dharnawati, terdakwa kasus suap Kemenakertrans.
Deretan nama para perempuan itu hanya beberapa dari pelaku korupsi di Tanah Air. Ya keterlibatan perempuan dalam kasus-kasus korupsi, seolah mematahkan asumsi yang selama ini berkembang di masyarakat. Selama ini perempuan diasumsikan lebih telaten dan kecil kemungkinan melakukan korupsi. Namun, perkembangan saat ini dimana akses perempuan di panggung politik dan dunia publik terbuka lebar.
Namun hal itu bukan berarti perempuan tak bisa berperan dalam pemberantasan korupsi. Peran seorang ibu yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan anti-korupsi, diharapkan menjadi titik awal pembelajaran bagi generasi mendatang. Selain itu, di lingkungan domestik, perempuan juga bisa mencegah suami berbuat korup dengan menunjukkan empati, kasih sayang, dan pengurusan rumah tangga yang baik serta tak banyak menuntut pemenuhan materi.(DSY)




semua koruptor jangan dikasih hukuman ringan, karena mereka adalah penghianat bangsa