Ratusan Petani Gelar Upacara Syukuran Panen di Trenggalek
Metro Malam / Sosbud / Senin, 12 Desember 2011 00:23 WIB
Metrotvnews.com, Trenggalek: Ratusan petani menggelar acara Labuh Tani di Gandusari, Trenggalek, Jawa Timur, Ahad (11/12) siang. Upacara itu digelar sebagai rasa syukur atas berkah panen yang melimpah.
Upacara Labuh Tani merupakan acara syukuran yang digelar di tengah sawah. Upacara itu juga merupakan wujud terkabulnya doa mereka. Pasalnya, pada musim tanam tahun lalu, petani merugi akibat hama wereng dan cuaca ekstrim berkepanjangan.
Selain menggelar kenduri bersama, acara juga diisi dengan meneriakkan panduan yel-yel pengusir burung. Warga menganggap, Labuh Tani merupakan adat istiadat peninggalan nenek moyang di Trenggalek. Mereka yakin, jika melakukan ritual itu petani akan mendapatkan hasil yang melimpah.(****)




Tuhan akan menambah rizki bagi hamba yang mau bersyukur. Realita bahwa di negara kita rasa syukur lebih nampak pada diri orang kecil, sementara orang-orang mampu cenderung merampas hak dan menelan keringat mereka. Semoga hasil jerih payah mereka ber-barakah.. dan jangan lupa bersedekah..
Alhamdullah Para petani di zaman yg seperti ini masih tetap menjaga dan melestarikan bentuk kebudayaan orang JAWA yaitu LABUH, padahal labuh itu saya teringat pada waktu masih kelas 2 SD dulu ada di daerah saya, tetapi di daerah saya sudah hilang kebudayaan lokal itu. eh ternyata di desa Widoro masih tetap di adakan malahan cara mengadakannya serempak LABUH KUBRO. itu merupakan suatu bentuk puji sukur terhadap yang maha kuasa karena hasil panennya . semoga di panen yg akan datang panennya semakin meningkat, Amin........
Amin ya robbal alamin...itulah saudaraku salah satu bentuk kecil yang bisa di lakukan oleh para petani. Mereka pekerja keras tak kenal lelah karena sumber pangannya memang dari situ. Upaya teknis sudah dilakukan dengan berbagai cara dan sistem tanam yang baik, akan tetapi pendekatan kepada Tuhan seringkali terlupakan. Mudah-mudahan labuh Tani yang dilakukan secara masal ini bisa menyadarkan kita semua tentang arti penting syukur dan do'a kepada Allah SWT dan mampu mengurangi bagian kecil dari permasalahan petani.
ini wujud kearifan masyarakat lokal yg sempat terlupakan terkubur moderenisasi zaman,pertahankan terus..........,jangan lupa wahai saudaraku petani disana jangan gantungkan pupuk kimia,masih banyak kompos sekeliling kita untuk dimanfaatkan,masih banyak buah pucung dan cubung tuk mengusir hama,........BRAVO PETANIKU DISANA..............
Alhamdulillah setelah 2 kali gagal panen akhirnya musim ini petani di tempat kami punya harapan besar karena dalam beberapa hari lagi akan panen. Tradisi labuh sebenarnya dulu sudah sering dilakukan hanya bentuknya mungkin sedikit agak berbeda. Filosofinya dewi sri yg dulu melegenda di masyarakat sudah terlupakan dan berbekal dari pengalaman itu kami mengadakan syukuran dengan tahlilan dan kenduri bersama atau labuh masal