Puisi Adhie Massardie untuk Sondang Hutagalung
Metrotvnews.com, Jakarta: Kematian aktivis hak asasi manusia Sondang Hutagalung dengan melakukan aksi bakar diri, menginspirasi Adhie Massardie untuk membuat puisi. Goresan puisi itu ditulis Adhie untuk mengenang mendiang Sondang dan perjuangannya menyuarakan suara rakyat. Berikut puisi Adhie Massardie yang diberi judul Sondang,;
LANGIT runtuh
Hukum tersungkur
di kaki para koruptor yang bercokol
di pusat kekuasaan
Kau hanya anak sopir angkutan
yang mengais rejeki sepanjang jalan
tak akan sanggup melawan para tiran
yang mengendalikan semua aturan
Maka kemarahanmu yang membara
menghanguskan tubuhmu
Apimu memercik ke penjuru negeri
Membakar semangat perlawanan
Tubuhmu kini menyala
di hati sopir taksi, pedagang asongan,
ibu setengah baya yang mulai beruban,
dan kaum marhaen yang kau cintai
Dan mereka lalu menyeru:
“Patriot Perubahan akan terus melawan!”
Jakarta, 11.12.11.(DSY)




@hesty, agama di indonesia jg melarang tindakan tersebut, namun jangan lg almarhum masih dihakimi. Doakan arwahnya. Itu lebih mulia daripada kotbahmu yang basi!
Aspirasi anak bangsat buat
rimasnya pengerat,
DEPAG fasik, dana haji menjadi
derma ghaib,
DEPERIN dikeberi, industri
terlantak musnah,
DEPKES ditempah isolasikan
duafa, pasien menggelepar
kelukaan,
DEPLU mandul, diplomasi gundul kecakapan,
DPR dimajir KPK, malah adu goyang diatas ranjang,
DEPHUB dipicingkan dinar
selaksa jiwa melayang
berhamburan,
DEPHAN diinkarserasi tuan2,
senjata usanglah dipancang
daktil prajurit,
DEPDAG dikasta kongsian ada
tuan ada hamba, lantas dimana
letak TUHAN,
Aparatur mengapa berlaku seperti
keparat bila
Presiden, wakil rakyat, hakim,
jaksa dan polisi menganggap
nurani luhur demokrasi, adl
aspirasi anak bangsat,
Hiduplah damai tanpa
kesenjangan,,,,
Aspirasi anak bangsat buat
rimasnya pengerat,
DEPAG fasik, dana haji menjadi
derma ghaib,
DEPERIN dikeberi, industri
terlantak musnah,
DEPKES ditempah isolasikan
duafa, pasien menggelepar
kelukaan,
DEPLU mandul, diplomasi gundul kecakapan,
DPR dimajir KPK, malah adu goyang diatas ranjang,
DEPHUB dipicingkan dinar
selaksa jiwa melayang
berhamburan,
DEPHAN diinkarserasi tuan2,
senjata usanglah dipancang
daktil prajurit,
DEPDAG dikasta kongsian ada
tuan ada hamba, lantas dimana
letak TUHAN,
Aparatur mengapa berlaku seperti
keparat bila
Presiden, wakil rakyat, hakim,
jaksa dan polisi menganggap
nurani luhur demokrasi, adl
aspirasi anak bangsat,
Hiduplah damai tanpa
kesenjangan,,,,
Kau lambang keberanian..
Kau lambang kebenaran...
Kau menjadi lilin ditengah kegelapan..
Kau berguna seperti pohon kelapa, sbb semua dapat di pergunakan.
Selamat jalan Sondang
sondang.
Dia memberikan isi dalam pikiran saya berubah 180 derajat dalam sekejap.
Sondang, aku berterima kasih padamu.
Dia mensadarkan aku.
Betapa pemerintah negeri ini rakus.
Haus akan uang korupsi.
Buta akan rakyat jelata.
Peka akan jeritan rakyat.