SBY Surati Sekjen PBB Terkait Ketegangan Selat Hormuz
Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, terkait ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz, kawasan teluk Timur Tengah. Surat itu berisi usulan kepada PBB untuk mengambil langkah tepat, terkait ketersediaan pasokan minyak bumi dari timur tengah ke seluruh dunia.
Dalam suratnya, Presiden SBY akan memberikan perhatian pada ketegangan program nuklir Iran dan mendukung solusi damai, tanpa eskalatif atau pun penggunaan militer pihak manapun. Surat ini juga berisi usulan kepada PBB untuk mengambil langkah tepat, terkait ketersediaan pasokan minyak bumi dari timur tengah ke seluruh dunia.
Saat ini, sekitar 40 persen impor minyak dunia akan melewati selat tersebut. Dan sekitar 90 persen ekspor minyak negara-negara Arab atau teluk, seperti Iran dan Irak, juga melalui jalur Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan satu-satunya jalur perairan delapan negara di kawasan teluk Persia. Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran akan terjadi, jika pihak barat berani menjatuhkan sanksi embargo ekspor minyak Iran, yang justru akan mengganggu distribusi minyak dunia.
Amerika Serikat menegaskan tidak akan menarik armadanya dari kawasan teluk Persia dan tengah memperketat sanksi terhadap Iran, terutama terkait perdagangan minyak Iran. Washington menilai ancaman Iran sebagai tanda kelemahan.(RIZ)



