Pemkot Makassar Diminta Evaluasi Saluran Bawah Tanah
Metrotvnews.com, Makassar: Perbaikan saluran air bawah tanah di Pantai Losari, tepatnya di Jalan Penghibur, Makassar, Sulawesi Selatan, masih berlangsung. Ambruknya saluran air bawah tanah beberapa hari silam itu diduga akibat reklamasi Pantai Losari.
Penanganan ambruknya saluran air bawah tanah itu diawali dengan pengerukan tanah dengan menggunakan eskavator. Selain pengerukan tanah, eskavator itu juga mengangkat puing-puing dari jembatan yang ikut ambruk.
Ambruknya saluran air bawah tanah itu mengundang spekulasi, mulai dari anggaran yang tidak dipergunakan dengan baik hingga perencanaan tata kota yang kurang matang. Menurut Muzakir Ali, anggaran untuk perbaikan dan perawatan gorong-gorong bawah tanah di Kota Makassar, belum pernah diusulkan pihak Pemkot Makassar. Pemkot Makassar hanya menganggarkan dana perbaikan saluran air biasa di tengah kota.
Soal ambruknya saluran air bawah tanah di Losari itu, Muzakir meyakini bahwa kasus itu murni karena usia dari jembatan saluran air tersebut yang sudah tua. Untuk menahan beban, baik dari beban jembatan maupun beban dari yang melintas, sudah sangat tidak memungkinkan. Pemkot Makassar harus segera memeriksa seluruh pelat-pelat pelapis penahan gorong-gorong saluran air bawah tanah.
"Jadi bukan lagi masalah anggaran. Yang paling pemerintah (Pemkot Makassar) melakukan evaluasi untuk mengantisipasi agar kejadian bencana seperti ini tidak terjadi lagi," pinta Muzakir.
Selain dari umur saluran relatif tua, kurangnya perhatian pihak terkait menjadi faktor penyebab ambruknya saluran air bawah tanah peningglan Belanda itu. Proyek pemeliharaan Jembatan Losari yang mencapai Rp3,4 miliar dalam satu tahun itu amblas sepanjang 22 meter.(DSY)



