Menyusur Sejarah Budaya China dari Klenteng Toasebio
Metrotvnews.com Jakarta: Klenteng Toasebio, Jakarta Pusat, adalah satu dari sekian banyak peninggalan sejarah kebudayaan China di Indonesia. Selain menarik perhatian banyak turis yang datang ke Jakarta, Klenteng Toasebio juga menjadi tempat pergelaran berbagai acara seni.
Klenteng Toasebio adalah salah satu peninggalan bersejarah kebudayaan China dari Dinasti Ming di Indonesia. Klenteng itu didirikan pada abad ke-18 oleh Khau Chiang Kun yang hijrah dari China ke Indonesia. Kata Toasebio diambil dari Toase yang berarti konsul, dan Bio yang berarti tempat ibadah.
Klenteng Toasebio sempat dibumi hanguskan Belanda pada tahun 1740 akibat menganut kepercayaan tridharma. Klenteng ini mengajarkan manusia agar tetap tunduk dan hormat pada para leluhur.
Kini, klenteng berumur lebih dari 700 tahun itu tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, juga dijadikan tempat pergelaran aneka ragam acara yang mengangkat keunikan budaya China. Contohnya saja pementasan oleh teater Bejana "Nonton Cap Gomeh".
Cerita itu adalah karya Kwee Tek Hoay yang pada November silam mendapatkan anugerah tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden RI sebagai sastrawan Melayu.
Tidak hanya pertunjukkan teater digelar di sana. Atraksi barongsai juga sering digelar di klenteng itu. Apalagi menjelang Tahun Baru Imlek.(DSY)




klenteng berumur lebih dari 700 tahun itu tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, juga dijadikan tempat pergelaran aneka ragam acara yang mengangkat keunikan budaya China. Contohnya saja pementasan oleh teater Bejana "Nonton Cap Gomeh". ^_^ mengesankan