Upacara Saparan Bekakak
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Yogyakarta hari ini, Jumat (13/1), menggelar upacara tradisional, Saparan Bekakak. Pawai Saparan Bekakak yang sudah berlangsung ratusan tahun itu disambut meriah warga Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk para turis baik lokal maupun mancanegara. Tradisi setiap memasuki tahun baru itu digelar masyarakat Ambarketawang, Sleman, untuk melihat jejak Kraton Yogyakarta.
Sejak pagi ribuan warga Yogyakarta dan sejumlah turis baik lokal maupun mancanegara sudah berdatangan ke Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ya di desa itulah Pawai Saparan Bekakak digelar. Acara ini digelar setiap bulan Sapar penanggalan Jawa. Sedang Desa Ambarketawang menjadi tuan rumah pesta budaya itu karena dulunya pusat pemerintahan Kraton Yogyakarta berada di desa itu.
Acara ini pertama kali digelar pada tahun 1700-an untuk menghormati Ki Wirosuto, abdi dalem dari Sultan Hamengku Buwono I. Ki Wirosuto adalah Abdi Dalem kesayangan Pangeran Mangkubumi I yang meninggal secara misterius di Gunung Gamping. Konon ia tertimpa reruntuhan badan Gunung Gamping.
Pecahan badan Gunung Gamping sendiri hingga kini masih terawat baik dan diabadikan sebagai cagar alam. Pecahan badan Gunung Gamping itu pun menjadi salah satu objek wisata Yogyakarta.
Acara sendiri mulai digelar sekitar pukul 14.30 WIB. Masyarakat yang sudah memadati pinggiran jalan langsung menyaksikan pawai Saparan ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pawai ini dimeriahkan penampilan sejumlah kelompok seni, dan prajurit kerajaan atau Bergodo Kraton Yogyakarta.
Prosesi upacara tradisional ini diawali dengan arak-arakkan atau pawai dari Balai Desa Ambarketawang.
Seorang turis asal Belanda, Marica, mengaku senang bisa mendapat kesempatan menyaksikan acara budaya ini. Menurut Marica, Pawai Saparan Bekakak patut dipelihara dan dilestarikan.(DSY)



