Nelayan Tarakan Tangkap Tiga Kapal Ikan Malaysia
Metrotvnews.com, Tarakan: Puluhan nelayan Tarakan, Kalimantan Timur, menangkap tiga kapal milik Malaysia sedang menangkap ikan di perairan Tarakan. Nelayan yang tersulut emosi nyaris membakar ketiga kapal ketika digiring kepelabuhan PT NAT, Tarakan.
Bermula saat salah seorang nelayan mencurigai tiga kapal berkapasitas di atas 35 gross ton sedang menangkap ikan di perairan Tarakan. Ia melaporkan apa yang dilihat tersebut kepada Ketua Persatuan Nelayan Kecil Tarakan (PNKT). Mereka pun beramai-ramai datang ke lokasi.
Saat ditanya surat dan dokumen, nakhoda dan anak buah ketiga kapal tidak bisa menunjukkan. Para nelayan terpaksa menggiring ketiga kapal beserta ikan hasil tangkapan ke pelabuhan PT NAT. Kini, para nakhoda beserta ABK ditahan di Polres Tarakan untuk dimintai keterangan.
Ketiga kapal bernama lambung KM Senangin berawak tiga orang berkapasitas 7 gross ton; KM Bunga Aurel berawak 3 orang berkapasitas 7 gross ton; dan satu kapal tidak memiliki nama dengan enam abk beserta satu orang nakhoda berkapasitas 45 gross ton.
Keberadaan kapal milik Malaysia meresahkan nelayan Kota Tarakan. Tak heran jika penangkapan ini menyulut amarah para nelayan setempat. Nelayan merusak dan memecahkan kaca kapal, bahkan nyaris membakar. Untung saja polisi berhasil menenangkan warga yang berjanji mengusut siapa dalang di balik keberadaan kapal Malaysia di Tarakan.
Ketua PNKT Kota Tarakan, Rustam mempertanyakan kinerja petugas di perbatasan. Betapa tidak, kapal besar berkapasitas di atas 5 gross ton toh bisa lolos masuk dan menangkap ikan di laut Tarakan. "Kami berharap kepada petugas untuk mengungkap siapa yang bermain sehingga kapal Malaysia ini bisa masuk ke Tarakan," katanya.(Muhammad Hilmansyah/BEY)




gak kaget, kl maling selamanya tetap maling,hukum berat saja tuh bos,masak kita takut sama malingsya
Lagi2 si Malon bikin ulah!! Bosen gw dngerinnya.........tolong dong pke SBY ksih plajaran sma si Malon masa Batik yg sdah di patenkan mnjdi milik bngsa kita msih sja si Malon mmpromosikan batik buatannya......boleh saja bkin bju model btik...tpi tlong bung Malon jgn pke nma batik....msih bnyak kn nma yg lain......BATIK itu Merek kita bukan punya Lo!!
Baguslah ditangkap kalau memang mereka bersalah jgn nelayan kita aja yg belum melampaui batas udah mereka tangkap...bila perlu berikan sangsi yang tegas..bagaimana petugas kita kok kapal nelayan mereka mdh aja mencari ikan di perairan kita....
Wah... Lumayan tuh. Kapalnya dilelang, hasilnya untuk membantu para nelayan.
Tapi ga mungkin, pasti kapalnya dibiarkan sampai rusak. Kalaupun dilelang, uangnya dikorupsi.
Selama ini Rakyat di perbatasan dituduh takNasionalis, tetapi nyatanya para Pejabat dinas peternakan sendiri yang menghanati bangsa dan negara dan bahkan TNI Angkatan Laut menjual kekayaan alam bangsa Indonesia pada malingsial untuk mengambil keuntungan sendiri, jadi selama ini yang tak nasionalis itu para pejabat dan TNi. Rakyat kecil dianiaya dan sengsara. Jelas Toke malingsial itu setoran pada TNI au dan dinas perikanan