Surya Paloh Mendukung Standardisasi Wartawan dan Perusahaan Pers
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemimpin Media Group Surya Paloh mendukung penuh rencana Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan melakukan standardisasi profesi wartawan dan perusahaan pers. Sebab, kebebasan pers harus kebebasan yang bertanggung-jawab pada etika profesi jurnalisme.
Surya Paloh mengatakan, kebebasan pers sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan demokrasi saat ini. Namun, Surya menegaskan, tidak ada kebebasan yang absolut. Tetap harus disertai tanggung-jawab.
"Kebebasan pers yang bertanggung jawab. Tapi bukan bertanggung-jawab kepada penguasa, tapi kepada etika profesionalisme jurnalisme kita. Saya tidak sepakat kalau kita menerapkan kebebasan pers yang absolut," kata Surya saat menerima kunjungan Panitia Hari Pers Nasional di Gedung Prioritas, Jakarta Pusat, Rabu (18/1).
Hadir dalam acara itu, antara lain Ketua Umum PWI Pusat Mardiono, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat Sofyan Lubis, dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Taman Asam. Dari Media Group antara lain Direktur Pemberitaan Media Indonesia Saur Hutabarat dan Pemimpin Redaksi Metro TV Elman Saragih.
Para tokoh pers mengaku gembira karena perjuangan panjang untuk kebebasan pers telah membuahkan hasil. Sejak era reformasi, pers nasional mendapat kebebasan. Setelah era reformasi bergulir sekitar 13 tahun, pers nasional bahkan mendapatkan kebebasan yang relatif tanpa batas. Itu ditandai dengan begitu banyak orang mendirikan perusahaan pers, lahirnya berbagai organisasi wartawan, dan munculnya praktik jurnalisme yang cenderung mengabaikan etika.
Kondisi itu menimbulkan kegalauan di kalangan tokoh pers. Karena itulah, PWI sebagai organisasi wartawan paling tua di Indonesia, telah menyusun sejumlah rencana untuk membenahi kehidupan pers nasional. Menurut Mardiono, PWI akan menerapkan sertifikasi wartawan. Jadi yang memiliki sertifikasi-lah yang yang berhak menjalankan profesi jurnalisme. Dan secara bertahap, PWI juga akan memberlakukan standardisasi perusahaan pers.
Pertemuan tokoh pers itu merupakan bagian dari persiapan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012. Berbagai kegiatan memeringati HPN 2012 telah digelar, termasuk peluncuran 19 buku mengenai jurnalisme karya wartawan Indonesia dan komponen pers nasional. Buku-buku itu diharapkan seluruhnya selesai dicetak sebelum puncak peringatan HPN 2012 di Jambi pada 9 Februari nanti.(DSY)




PWI akan menerapkan sertifikasi wartawan. Jadi yang memiliki sertifikasi-lah yang yang berhak menjalankan profesi jurnalisme.Berarti wartawan yg dari organisasi yg berbeda tidak bisa menjalankan profesi jurnalisme dong pak ?