TGPF Temukan Rekayasa Kematian Korban Kasus Mesuji
Metrotvnews.com, Mesuji: Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji, Lampung, menemukan fakta ada rekayasa kematian Made Aste yang menjadi korban penembakan dalam peristiwa di lahan register 45. Menurut polisi, Made ditembak karena hendak membacok polisi. Tapi, dalam video temuan TGPF parang itu diletakan ke tangan Made oleh polisi hutan ketika ia tengah sekarat.
Berdasarkan video yang dimiliki TGPF, Made Aste tak memegang senjata saat ditembak polisi. Ini berbeda dengan pengakuan polisi bahwa Made ditembak karena hendak membacok petugas.
Dalam potongan video terlihat Made Aste (40), menelungkup bersimbah darah setelah ditembak petugas dan tak ada parang di tangannya.
Pada menit berikutnya, tiba-tiba sudah ada parang ditangan Made. Bahkan seorang petugas nampak meletakan parang ditangan made yang tengah sekarat. Seorang petugas dengan topi berlogo Polri menelpon seseorang melaporkan peristiwa yang terjadi.(DNI)




Aduuuuhhh....saya enggan berdo'a buat kebaikan dan kesadaran para aparat ini..Saya cuma ingin bilang " BIADAB" banget..semoga di mereka yang berbuat keji ini diri dan keluarganya mendapatkan balasan yang serupa di lain waktu!!!
Bodoh aja negara ini klo ampe percaya yg namanya polri.. Budaya rekayasa sdh trbentuk secara piawai didlmnya..ga kaget tuh
Mau percaya gimana rakyat sama aparat kepolisian yang punya semboyan "PENGAYOM MASYARAKAT", ternyata cuma dusta
jd pengen ketawa lihat kerjaan polisi. padahal itu video punyany polisi. kok bisa senjata makan tuan ya. inilh petunjuk dr tuhan bahwa serapih apapun bangkai(kebusukan) disimpan suatu saat akan kebongkar juga. dan buat siby yg matany udah rabun, tuh lihat dengan kacamata hatimu, kacamata nuranimu andai kau masih sosok manusia. krn slama ini kami meliht kau seperti mummi yg tdk tampk adany urat2 kehidupan.
sepintar apapun kita menyembunyikan suatu hal, suatu saat pasti akan terbongkar.