Buruh Salat Jumat di Tol Jakarta-Cikampek
Metrotvnews.com, Bekasi: Aksi ribuan buruh masih berlangsung di tol ruas Jakarta menuju Cikarang, Jumat (27/1). Buruh bahkan menggelar salat Jumat di tengah jalur tol.
Buruh masih melakukan penutupan jalur tol dari kilometer 22 hingga 32 dari arah Jakarta menuju Cikampek dan sebaliknya. Kemacetan panjang pun terjadi. Selain itu, aksi buruh mengendarai sepeda motor di jalur tol kian memperparah kemacetan.
Sementara itu, polisi masih bernegosiasi untuk menghentikan aksi tersebut. Polisi lalu lintas pun terus mengurai kendaraan dengan mengalihkan lalu lintas ke jalan arteri.
Aksi terkait keputusan PTUN Bandung yang membatalkan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2012. Padahal, Gubernur Jawa Barat telah mengabulkan kenaikan upah dengan mengeluarkan surat keputusan. Tapi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menggugat sehingga kenaikan upah itu batal.(RRN)




sekarang tinggal pemerintah....
jngn buat buruh marah...
tol cikampek blokir, jagorawi, merak dan bandara .... buruh bisa lakukan itu. mereka hanya ingin hidup layak
kemana mukanya muhaimin...
Tentu saja pemerintah harus cepat turun tangan, jangan cuma sibuk dengan toilet mewah Dan obat kuat saja. Buruh menuntut hak dasar mereka yg sudah ditetapkan oleh Bpk Gubernur. Dan itu tidak seberapa, sebulan gaji mereka yg sekarang jadi polemik itu setara dengan tarif satu kali makan malam Anda di Senayan, Tuan-tuan... Jangan sampai demo buruh ini menjadi bola salju karena sudah mulai mengganggu mobilitas masyarakat banyak. Go Buruh! Perjuangkan hak dasar kalian. Bila perlu tutup bandara Dan pelabuhan...
Untuk A.N,: Ini contoh rakyat Indonesia yg mentalnya "budak". Bukannya Buruh tidak berterima kasih diberi pekerjaan, tetapi buruh hanya minta diberikan hak yg mendasar utk memenuhi kebutuhan primernya (melalui gaji yg cukup pula), sama seperti orang yg bermartabat. Kalo bisa usaha mandiri, pastilah para buruh ingin sekali. Hanya sistem pengupahan yang memperbudak mereka. Upah habis hanya utk keperluan dapur sehari-hari. Mungkin Mas A.N., punya pengalaman lain sebagai buruh, itu sah-sah saja.
Pengusaha & investor selama ini sudah untung besar dgn sistem upah murah ini, Pak! Terutama Kapitalis Asing, apa mereka (investor asing) bisa menerapkan upah murah pada warga negara mereka sendiri?? kalo pemerintahnya melindungi hak dasar kaum buruh.
Kalo hak Anda terganggu hari ini, kaum buruh meminta maaf, relakan orang yang meninggal dikubur dulu, toh Anda tetap bisa berziarah setiap hari (kapan pun Anda mau), anggap aja ini sebagai pengorbanan Anda dan dukungan utk kesejahteraan masyarakat Indonesia (yg sebagian besar adalah Buruh)
@ M.Makhfudz: apakah Bapak tidak merasakan "keuntungan" scr tidak langsung kalau UMR dinaikkan. Anda sendiri akan mendapatkannya kalau Anda adalah buruh/karyawan. Kecuali Anda pengusaha yang rakus dan oportunis. Kalau Anda pengusaha Bijak, anda harus mendukung ini utk kebaikan perusahaan Anda sendiri (tdk hanya profit jangka pendek, tapi jangka panjang). Daripada Anda, sebagai pengusaha menyogok "uang milyardan" kpd oknum pemerintah, untuk mendapatkan "peraturan upah buruh murah", toh Anda nambah dosa, dan belum tentu buruh dpt bekerja dgn baik (kalo perut lapar).
Jadilah buruh yg dapat memberi keuntungan bagi umat manusia (termasuk Pengusaha) secara keseluruhan atau disebut " Rahmatan lil a'lamin.
@anton: Kalo politisi yang menodong "rakyat" dengan cara konstitusi (undang-undang) apakah bermoral? mungkin buruh harus membuat Partai Buruh Indonesia (PBI) seperti di Inggris. Buruh sejahtera, Negara Indonesia Sejahtera. Karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah Buruh dengan gaji murah. (baik buruh pabrik maupun buruh berdasi di kantor-kantor)
Mas Sasongko, walaupun terjebak macet, bisa memaklumi demo buruh, karena beliau punya empati dengan buruh. Kalo saja semua rakyat kita bersatu melawan pemerintah yg zholim, pastilah bangsa Indonesia ini keluar dari Penjajahan (oleh pemerintahnya sendiri dan asing)