Presiden: Jangan Ada Lagi Budaya Mark-up Anggaran
Metrotvnews.com, Jakarta: Adanya budaya mark-up dan penyimpangan anggaran di sejumlah kementerian dengan sejumlah perusahaan, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat terbatas di bidang keamanan dan politik di Istana Negara, Kamis (2/2) sore.
Dalam rapat tersebut, Presiden juga membahas tentang alutsista karena anggaran tersebut tidak sedikit. Anggaran alutsista Multi-Year dari 2010 hingga 2014 mencapai Rp156 triliun, di mana Rp60 triliun berasal dari pinjaman luar negeri.
Hal tersebut sangat riskan apabila ada penyimpangan dalam anggaran alutsista dengan perusahaan tertentu masih juga berlaku di kementerian. Presiden mengingatkan penyimpangan jangan sampai terjadi dalam penganggaran.
Para pewarta bertanya-tanya apakah pernyataan Presiden merupakan kritik atau memang sudah diketahuinya. Namun apabila Presiden sudah mengetahui mengapa tidak ada peringatan bagi yang terlibat.
"Jangan ada lagi kultur mark-up anggaran ataupun kongkalikong dengan sejumlah perusahaan. Siapapun yang berbisnis dalam pengadaan alutsista jalankan dengan baik jangan ada mark-up dan merugikan negara hingga kemampuan bertempur berkurang," ujar Presiden.(DNI)




damai_negriku@: goblok kok terus gara2 koe salah milih kayak gini jadinya
Presiden SBY MEMALUKAN!
Iya memang orangutan harus dilestarikan.....apa lagi yang badan besar....
sing penting wani piro...?
buat damai_negeriku, di mana-mana kalau umat berbuat kesalahan, MAKA YANG SALAH ADALAH IMAMNYA. sebab kewajiban umat adalah sami'na wa atho'na (kami dengar dan taati). maka kalau sampai ada umat berbuat bejat, pastilah hanya mencontoh imamnya. maka untuk menjadi imam haruslah memiliki kemampuan manajerial yang baik, salah satunya adalah mampu memberi teladan yang baik. jika imam bilang jangan menilep uang negara, maka imam juga jangan menilep uang negara. ingat gusti Allah benci dengan orang yang mengatakan apa-apa yang tidak dikerjakannya. umat disuruh mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, maka imam juga harus sering naik bis. TAPI SEPERTINYA IRONI HANYA TERJADI DI INDONESIA. MAKANYA PEMIMPIN DI INDONESIA LEBIH SENANG MENYEBUT DIRINYA PEMERINTAH ARTINYA YANG MEMBERI PERINTAH. JADI MENYAINGI FUNGSI GUSTI ALLAH SEBAGAI SANG KHALIK YAITU MEMERINTAH HAMBANYA. JADI TIDAKLAH MENGHERANKAN KALAU INDONESIA SERING MENGALAMI BENCANA. SEBAB GUSTI ALLAH SUDAH JANJI, KALAU KAMI (GUSTI ALLAH) HENDAK MENGHANCURKAN SUATU UMAT, MAKA KAMI BIARKAN PEMIMPIN UMAT ITU HIDUP DALAM KEMEWAHAN SEHINGGA TERLENA DAN KAMI HANCURKAN MEREKA SEMUA BERKEPING-KEPING DARI ARAH YANG TIDAK DISANGKA-SANGKA. NAUDZUBILLAH TSUMMA NAUDZUBILLAH