Presiden: Jangan Ada Lagi Budaya Mark-up Anggaran

Metro Hari Ini / Nasional / Kamis, 2 Februari 2012 18:03 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Adanya budaya mark-up dan penyimpangan anggaran di sejumlah kementerian dengan sejumlah perusahaan, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat terbatas di bidang keamanan dan politik di Istana Negara, Kamis (2/2) sore.

Dalam rapat tersebut, Presiden juga membahas tentang alutsista karena anggaran tersebut tidak sedikit. Anggaran alutsista Multi-Year dari 2010 hingga 2014 mencapai Rp156 triliun, di mana Rp60 triliun berasal dari pinjaman luar negeri.

Hal tersebut sangat riskan apabila ada penyimpangan dalam anggaran alutsista dengan perusahaan tertentu masih juga berlaku di kementerian. Presiden mengingatkan penyimpangan jangan sampai terjadi dalam penganggaran.

Para pewarta bertanya-tanya apakah pernyataan Presiden merupakan kritik atau memang sudah diketahuinya. Namun apabila Presiden sudah mengetahui mengapa tidak ada peringatan bagi yang terlibat.

"Jangan ada lagi kultur mark-up anggaran ataupun kongkalikong dengan sejumlah perusahaan. Siapapun yang berbisnis dalam pengadaan alutsista jalankan dengan baik jangan ada mark-up dan merugikan negara hingga kemampuan bertempur berkurang," ujar Presiden.(DNI)



Bookmark and Share

KOMENTAR [21]

  • ipung, Jumat, 3-Februari-2012

    damai_negriku@: goblok kok terus gara2 koe salah milih kayak gini jadinya

  • Ch, Jumat, 3-Februari-2012

    Presiden SBY MEMALUKAN!

  • markuat, Jumat, 3-Februari-2012

    Iya memang orangutan harus dilestarikan.....apa lagi yang badan besar....

  • marjuki, Jumat, 3-Februari-2012

    sing penting wani piro...?

  • SBY tai asu, Jumat, 3-Februari-2012

    buat damai_negeriku, di mana-mana kalau umat berbuat kesalahan, MAKA YANG SALAH ADALAH IMAMNYA. sebab kewajiban umat adalah sami'na wa atho'na (kami dengar dan taati). maka kalau sampai ada umat berbuat bejat, pastilah hanya mencontoh imamnya. maka untuk menjadi imam haruslah memiliki kemampuan manajerial yang baik, salah satunya adalah mampu memberi teladan yang baik. jika imam bilang jangan menilep uang negara, maka imam juga jangan menilep uang negara. ingat gusti Allah benci dengan orang yang mengatakan apa-apa yang tidak dikerjakannya. umat disuruh mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, maka imam juga harus sering naik bis. TAPI SEPERTINYA IRONI HANYA TERJADI DI INDONESIA. MAKANYA PEMIMPIN DI INDONESIA LEBIH SENANG MENYEBUT DIRINYA PEMERINTAH ARTINYA YANG MEMBERI PERINTAH. JADI MENYAINGI FUNGSI GUSTI ALLAH SEBAGAI SANG KHALIK YAITU MEMERINTAH HAMBANYA. JADI TIDAKLAH MENGHERANKAN KALAU INDONESIA SERING MENGALAMI BENCANA. SEBAB GUSTI ALLAH SUDAH JANJI, KALAU KAMI (GUSTI ALLAH) HENDAK MENGHANCURKAN SUATU UMAT, MAKA KAMI BIARKAN PEMIMPIN UMAT ITU HIDUP DALAM KEMEWAHAN SEHINGGA TERLENA DAN KAMI HANCURKAN MEREKA SEMUA BERKEPING-KEPING DARI ARAH YANG TIDAK DISANGKA-SANGKA. NAUDZUBILLAH TSUMMA NAUDZUBILLAH

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *