Cuaca Buruk Berkepanjangan, Ikan Laut Langka di Pasaran DIY
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Cuaca buruk kini masih melanda perairan di Tanah Air. Kondisi itu telah merugikan masyarakat, mulai dari penyeberangan terganggu hingga nelayan yang tidak berani melaut. Dampak lanjutannya dari cuaca buruk itu adalah kelangkaan ikan laut di pasar.
Nelayan boleh jadi pihak yang paling merasakan dampak cuaca buruk. Mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan karena tidak bisa melaut. Itu pun dialami para nelayan di sepanjang perairan, baik pantai utara maupun pantai selatan Pulau Jawa. Sebut saja nelayan di Purworejo, mulai dari pantai Jatimalang, Keburuhan, hingga Pantai Congot di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta, sempat beberapa hari bahkan mingguan tidak berani melaut. Itu karena cuaca buruk yang menimbulkan gelombang tinggi dan bisa membahayakan keselamatan nelayan. Para nelayan di Jatimalang, baru beberapa hari silam, berani melaut. Itupun sedikit dipaksakan karena kondisi cuaca sebetulnya belum bersahabat penuh.
Berbeda dengan nelayan di Rembang dan Jepara, Jawa Tengah. Mereka hingga kini belum berani melaut karena gelombang laut yang sangat mengancam keselamatan nyawa mereka. Apalagi, dilaporkan ada dua kapal nelayan yang kandas setelah memaksakan melaut.
Berhentinya nelayan melaut mengakibatkan kelangkaan ikan laut di sejumlah daerah. Di Pasar Gede Harjonegoro, Solo, misalnya. Pasokan ikan laut semakin berkurang. Itu langsung berdampak pada kenaikan harga-harga ikan di pasar tersebut. Ikan tenggiri, misalnya, yang biasa dijual Rp30 ribu perkilogram menjadi Rp50 ribu. Demikian juga ikan cumi yang naik Rp20 ribu menjadi Rp40 ribu per-kg.
Cuaca buruk itupun membawa efek domino ke sektor lainnya. Sektor restoran dan rumah-rumah makan, misalnya. Mereka jelas kekurangan pasokan ikan dalam sajian menu masing-masing. Dan boleh jadi itu akan membuat para pemilik restoran dan rumah makan menaikkan harga setiap menu ikan.
Hingga saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika masih memberikan sinyal bahaya pelayaran akibat cuaca ekstrem. Para nelayan dan pihak administrasi pelabuhan diminta mewaspadai terus kondisi cuaca sebelum memberangkatkan pelayaran.(DSY)



