Mahasiswa Indonesia di Yaman Diimbau Selektif Pilih Perguruan
Metrotvnews.com, Sadah: Duta Besar RI di Yaman mengimbau mahasiswa atau santri warga negara Indonesia yang belajar di Yaman, lebih selektif memilih perguruan yang ada di negara itu. Karena terdapat beberapa aliran yang kurang tepat jika diterapkan di Indonesia.
Pascatewasnya lima santri Indonesia dalam konflik di Damaaj, Sadah, Yaman. Kedubes RI untuk Yaman mengunjungi beberapa perguruan dan pondok pesantren di Tarem, Hadramaut, Yaman. Dalam kunjungannya, Dubes RI untuk Yaman, Nurul Aulia, dihadapan mahasiswa Universitas Al-Aqaf asal Indonesia meminta para mahasiswa selektif memperdalam ilmu agama. Sehingga setelah lulus nanti dapat lebih mudah menerapkannya di Indonesia.
Karena berdasarkan informasi, masih ada santri atau mahasiswa Indonesia belajar di perguruan tinggi yang terindikasi aliran Al-Qaeda. Di Hadramaut, terdapat sekitar seribu mahasiswa santri asal Indonesia yang tersebar di tiga perguruan di antaranya Universitas Al-Aqaf, perguruan Darul Mustofa dan perguruan Ribat Tareem.
Dari tiga perguruan, jumlah mahasiswa Indonesia mendominasi rata-rata lebih dari 60 persen, khususnya asal Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan. Hingga kini pemerintah yaman belum memberikan ijin kepada KBRI Yaman untuk berkunjung ke Damaaj, Sa'dah dengan alasan keamanan.(DNI)




Yang jadi Masalahnya, kmane aja lo dari kemarin2? ko sekarang baru menghimbau ? Lo kerjanya cuma menghimbau tukang ojek pinter. Pain harus dubes inilah bobrokny pmrnthan indo dah kejadian baru menghimbau .Kapan majunya...?
saya setuju dengan himbauan dari pak dubes mengenai penyelektifan uiversitas atau tempat belajar di yaman,karna diantara syarat menuntut ilmu juga seperti yang kita ketahui harus memilih guru yang akan kita timba ilmunya karna jika kita menimba ilmu di sumur yang keruh maka bukan air yang bersih dan bisa diminum yang kita dapatkan malahan sebaliknya...salam kami Mahasiswa Al-Ahgaff, Yaman
Kalu mau menyertakan Data Perguruannya jangan sebagian aja dunk..
Apa selama ini data yang ada di KBRI cuma 3 Perguruan itu aja yang alirannya islam Moderat, selainnya aliran Islam radikal.
pantasan yang lain g di kunjungin ternyata g terdata oleh KBRI klu pun di kunjungin sekedar mampir jalan-jalan,
minta waktu diperpanjang jabatannya buat nyelesain file LPJ ea pak?
Kef haluk pak dubes?
Kef haluk pak dubes?