Gerebeg Maulud Keraton Ngayogyakarta tetap Meriah
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Upacara tradisional Grebeg Maulud Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (5/2), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Yogyakarta, serta sejumlah wisatawan mancanegara, berbaur dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW itu. Kemeriahan sangat terasa saat warga berebut Gunungan Lanang.
Masyarakat sudah berdatangan sejak pagi untuk menikmati tontonan upacara tradisional turun-temurun tersebut, meskipun harus rela berdesakan di tengah teriknya matahari. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Grebeg Maulud tahun ini pun menarik perhatian sejumlah wisman. Mereka sabar menunggu sejak awal hingga berakhirnya upacara tradisional itu.
Prosesi upacara tradisional Grebeg Maulud berupa iring-iringan Gunungan Lanang, Wadon, Gepak, Pawuhan dan Dharat yang dikeluarkan dari dalam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melewati Siti Hinggil, Pagelaran, Alun-Alun Utara hingga berakhir di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta. Gunungan yang dibuat dari bahan makanan, seperti sayur-sayuran, kacang, cabai merah, ubi, dan beberapa pelengkap yang terbuat dari ketan dan dibentuk menyerupai gunung, melambangkan kemakmuran dan kekayaan tanah Keraton Mataram.
Iringan "Gunungan" tersebut dikawal sembilan pasukan prajurit keraton yang mengenakan seragam dan atribut aneka warna serta senjata tombak, keris juga senapan kuno. Selanjutnya sejumlah "gunungan" dibawa ke Masjid Agung/Besar Kauman Yogyakarta, untuk diberkati dan didoakan oleh penghulu keraton. Kemudian "gunungan" itu menjadi rebutan warga yang sudah sejak pagi menunggu di halaman masjid tersebut.(DSY)



