Abbas Buka Rekonsiliasi dengan Hamas, Abaikan Israel
Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Palestina Mahmoud Abbas membuka pintu rekonsiliasi dengan kelompok Hamas sekaligus menutup pintu perdamaian dengan Israel. Kelompok Hamas dan Fatah yang sebelumnya bertikai, akan bergabung membentuk pemerintahan sementara.
Perdana Menter Israel Benyamin Netanyahu memperingatkan langkah Abbas itu dapat menggagalkan perundingan damai Israel dan Palestina. Dengan mendekati kelompok Hamas, Abbas terancam kehilangan bantuan dari dunia Barat senilai satu miliar dolar AS per-tahun, kecuali pemerintahan baru ini tetap berjalan di garis kebijakan Fatah.
Negara-negara Barat bersedia berunding dengan Palestina, asalkan menolak aksi kekerasan, mengakui keberadaan Israel, dan mendukung negosiasi perdamaian.
Faksi Hamas dan Fatah telah lama bertikai terkait perbedaan ideologi. Fatah menginginkan perdamaian dengan Israel, sementara Hamas menganggap hal tersebut buang-buang waktu.(DSY)



