Armida: Perlu Strategi Khusus buat Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah butuh strategi khusus kalau ingin meningkatkan investasi. "Tak melulu dari segi pembangunan fisik, tapi pemerintah juga harus membuat peraturan-peraturan yang bersahabat buat para investor," kata Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisyahbana di Jakarta, Rabu (8/2) pagi.
Armida mengakui, pertumbuhan ekonomi 6,5 persen pada 2011 belum maksimal. Musababnya, ya itu tadi, pemerintah harus punya jurus-jurus khusus buat menggenjot target itu. "Harus ada fokus yang agak khusus," ujar dia.
Armida menghitung, kalau pemerintah ingin pertumbuhan ekonomi di atas 6,5 persen, nilai investasi harus di atas 11 persen. Sementara tingkat konsumsi harus melebihi lima persen.
Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (6/2), melaporkan, ekonomi Indonesia pada 2011 tumbuh 6,5 persen dengan besaran produk domestik bruto (PDB) Rp 7.427,1 triliun atau US$ 850 miliar. Hasil ini otomatis mendorong kenaikan pendapatan per kapita. BPS mencatat, pendapatan per kapita mencapai Rp 30,8 juta atau US$ 3.542,9,naik dibandingkan 2010, Rp27,1 juta.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro mengatakan, dengan hasil ini pemerintah yakin menatap target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang dipatok 6,7 persen.
”Tentunya kita belajar dari 6,5% ini. Karena ekspor lebih rendah pertumbuhannya, jadi fokus untuk 2012 adalah memacu pertumbuhan investasi, baik private sector maupun public sector,” terang Bambang.
Yang juga perlu dipikirkan pemerintah adalah nasib buruh. Sebab, walau pendapatan perkapita naik, BPS mencatat, porsi upah buruh di Tanah Air terbilang rendah dibanding keseluruhan biaya produksi. Porsi upah buruh masih sekitar 20 persen. Padahal seharusnya porsi upah buruh bisa naik jadi 40 persen dari biaya produksi.(ICH)




Kalau sudah tahu begitu, ya strategi khusus itu segera dilaksanakan sekarang juga! Ambil inisiatif koordinasi untuk menggapai target itu! Berkaitan dengan kondisi buruh juga harus mendapat perhatian utama untuk mendapatkan hasil yang manusiawi tanpa merugikan pengusaha!
Digabung dg posrsi hutang kita dg GDP, negara kita bener2 bakal jadi kaya. Kayak judulnya lagu Iwan Fals "Negara Kaya" ... Tp tolong penegakan hukum jgn setengah2, sistem demokrasi hrs lbh pro rakyat .... Jgn lg ada ironi, rakyat tdk bs berobat atau pendidikan yg tak adil!
Pemerintah harus seimbang bila memikirkan buruh, perlu juga memikirkan pengusaha. Buruh tidak akan ada bila tidak ada pengusaha. Sedang pengusaha berusaha dengan kemampuan sendiri tanpa mengunakan dana pemerintah.