Pramono: Pemerintah Harus Telusuri Jejak Yawadwipa
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Pramono Anung menduga perusahaan manajemen investasi dan penasihat keuangan, Yawadwipa, yang berencana membeli Bank Mutiara senilai Rp6,7 triliun hanyalah suatu upaya pihak tertentu untuk melakukan buyback, atau pembelian kembali bank milik Robert Tantular tersebut.
Menurut Pramono Anung pemerintah harus menelusuri jejak perusahaan Yawadwipa, dan siapa yang menjadi sumber pendanaannya karena dinilai mencurigakan, Kamis (9/2). Perusahan tersebut baru dibentuk pada 9 Januari 2012, dan sudah berani membeli bank yang dulunya bernama Century tersebut, yang dari sisi politik dan hukum masih bermasalah.
Pramono juga yakin pihak yang berada dibalik perusahaan Yawadwipa tersebut adalah orang dalam, yang mendapat bocoran harga langsung dari Bank Mutiara. Karena angka penawaran dalam pembelian tersebut setara dengan dana talangan bailout yang dikucurkan Lembaga Penjamin Simpanan, sebesar Rp6,7 triliun pada 2008 silam.(DNI)




nggak perlu repot-repot periksa yawadwipa, pak..sumber dananya adalah milik ex bank di Indonesia yang tertidur di 128 bank koresponden. Itu dana korespondensi yg terputus tahun 59-73 dan sudah dikonsolidasi tahun 2003. Jumlahnya kurang lebih 180 milyar euro, dan sudah siap diaktifkan kembali.
Itu sdh jelas kong Kali kong, cincai2lah. Teruskan perjuanganmu!!