Kepala Pengamanan Rutan Cipinang Dicopot
Metrotvnews.com, Jakarta: Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta mencopot Kepala Satuan Pengamanan Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, berinisial FA. Hal itu dibenarkan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Taswem Arif di Jakarta, Jumat (10/2) siang.
FA dinilai bersalah lantaran memberikan izin kepada politikus Partai Demokrat Muhammad Nasir dan pengacara Djufri Taufik untuk membesuk Muhammad Nazarudin di luar aturan alias diluar jam besuk. Kunjungan Nasir ke saudaranya itu terjadi Rabu (8/2) malam dan dipergoki Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana.
Djufri adalah mantan pengacara Mindo Rosalina Manulang. Sekarang, Djufri menjadi pengacara Muhammad Nazaruddin. Padahal, baik Rosa maupun Nazar diseret ke meja hijau dalam kasus yang sama: dugaan suap proyek Wisma Atlet SEA Games. Rosa telah divonis 2,5 tahun penjara. FA dinilai bersalah karena memfasilitasi peretemuan dengan memberikan ruangan miliknya.
Di tempat terpisah, Seketaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, pertemuan antara Muhammad Nasir dan Nazaruddin serta mantan pengacaranya Rosa perlu didalami. Pendalaman perlu untuk menguak ada apa di balik pertemuan tersebut. (DOR)




Air cucuran jatuhnya kepelimbahan juga. Sebetulnya kejadian seperti ini sepertinya sudah berjalan dari dulu, dan karena saat ini
Ada pengontrolan khusus, maka hal ini dapat terkuak dan di publikasikan. Sebagai saran, saat pemilihan wakil rakyat jangan asal
Pilih (krn yang mencalonkan adl tetangga, kerabat, atau ada iming2 imbalan), tidak melihat kapabilitas, integritas,intelektualitas, dan profesionalitas seseorang.
jika salah pilih ya begini jadinya.
Yang salah yah..yang memberi izinn
Lebay betul, yg sabar ya pak FA nanti kalau si deny dipenjara en anas juga gebukin aja disel..jadi kemana2..mentang2 berkuasa..
Beginilah contoh para pejabat utk bs main dlm proses hukum yg sdng berjalan, tak setuju dicopot kepala rutan nya,pimpinan tertinggi dr intansi tsb lah yg hrs tau diri utk mundur, bkan anak buah yg jd dicopot
Wahai bpk SBY,klu sdh gak mampu mimpin Republik ini,mendingan mundurkan diri/legowo,Anas tuh di copot,bkn kepala rutannya,apakah Ibas anak bpk tersandung kasus Anas juga,sehingga bpk SBY tdk berdaya mencopot org2 dr PD yg korupsi atau bpk sendiri yg memulainya....?saya semakin bingung atas kepemimpinan bpk selama ini