MTA Tidak Halalkan Anjing
Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan Majelis Tafsir AlQuran (MTA) Ahmad Sukina membantah tudingan bahwa ajaran yang dianut MTA menyimpang dari ajaran Islam. Sebelumnya gabungan dari beberapa ormas Islam menuding pengajian MTA tidak sesuai ajaran Islam.
Bantahan itu pun sekaligus menanggapi pemberitaan berbagai media yang menyebutkan pengajian MTA dibubarkan ormas karena tidak sesuai ajaran Islam. Ahmad Sukina menyatakan telah memaafkan secara pribadi pengunjuk-rasa yang mendiskreditkan MTA dengan tuduhan keji. Ahmad memastikan ajaran MTA tidak menghalalkan anjing dan tidak mengajarkan bahwa orang tahlil lebih berat hukumannya daripada yang berzina.
"Itu berita bohong dan tuduhan yang sangat keji. MTA tidak pernah mengajarkan dosa tahlilan itu lebih besar dari dosa zina," tegas Ahmad Sukina.
Sebelumnya, pada Januari silam, gabungan dari beberapa ormas Islam mendatangi pengajian MTA. Massa membubarkan pengajian tersebut karena dinilai ajaran yang dianut MTA menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Koordinator aksi lapangan saat itu mengatakan ajaran tersebut menghalalkan anjing dan mengajarkan bahwa orang tahlil lebih berat hukumannya daripada orang yang berzina.(DSY)




@ parman. Emangnya yg disebutkan oleh parmin itu urusan dunia? Emangnya urusan dunia itu bukan urusan agama islam? apa menurut anda islam hanya ngurusi agama? bingung to? kalo bingung ga usah ngomong bid'ah lah. Nanti malah kesasar-sasar. hehehe.... kalo di kampungku orang-orang yg baru terpesona sama siaran radio MTA, rata-rata sangat puas kalo dah menghina orang yg melakukan tahlilan. kalo ini ga perlu tabayun ke A su ki no. Dari para pengukutnya dah kelihatan kalo MTA memang meresahkan. ma'af ma'af
untuk mas parmin, bid'ah untuk urusan dunia itu boleh. yg ndak boleh itu bid'ah tentang urusan ibadah. jgn di campur aduk gitu donk. makasih.. klo menurut pengamatan saya mta cuma mempelajari al-qur'an, bukan "menafsirkan" al-qur'an. semoga ada klarifikasi dari jamaah mta atas dugaan saya ini
Ustadz tidak menyadari katanya semua Bid'ah itu Dholalah,la apa gak ngerasa kalau dia juga berbid'ah ria,syiarnya islam (urusan agama)pakai radio,apa jaman Nabi dan sahabtnya dulu ada cara syiar pakai radio seperti sekarang?itu kan inovasi kita sebagai umat islam agar kita menyampaikan kebenaran walau 1 ayat,begitu juga Tahlilan,itu adalah inovasi karena dalam Al-Quran ada tuntunannya mendo'akan orang yang sudah meninggal agar dosanya di ampuni oleh Allah,daripada kita melayat orang meninggal misalnya, tapi bicara kesana-kemari paling menggunjing orang kan lebih baik kita baca kalimah2 Thoyyibah untuk orang yang sudah meninggal itu juga inovasi ulama' kita dahulu,sadarlah wahai warga MTA yang katanya gak mau semua Bid'ah, yang kau baca dan kaji saat ini (Qur'an) apa itu gak hasil bid'ah namanya?wong jaman nabi dulu juga gak ada Mushaf seperti sekarang ini,MTA khutbah juga pakai bahasa indonesia apa jaman Nabi /sahabat ada khutbah memakai bahasa Indonesia,apa itu bukan bid'ah namanya! tapi kan Bid'ah HASANAH.
Kalau yang sya pikir sekarang sangat sederhana sekali,saya sangat penasaran pengen tahu Biografi Sukino yang katanya ustadznya orang2 MTA ko' beraninya dia menafsirkan Al-quran menurut versinya dia,apakah dia sehebat 4 Imam Madzhab (Maliki,hanafi,Syafi'i dan Hambali) kalau dia lebih hebat dari ke 4nya saya tak ikut ngaji di MTA. terimaksih.
setahu saya MTA tidak pernah sy dengar bilang tidak suka kepada umat yang melakukan tahlillan,yasinan,dsj.silakan saja MTA jg tidak pernah mengganggu plagi membubarkan deh.MTA kan hanya meninggalkan,krn belum nemu dalil dan contoh dari rosul.untukmu amalmu,untukku amalku