Pengakuan Nasir Berbeda dengan Denny Indrayana
Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir membantah menggunakan kartu khusus sebagai anggota Dewan agar bisa masuk Lembaga Pemasyarakat Cipinang, Jakarta Timur. Nasir datang untuk menemui terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games, Palembang, Sumatra Selatan, Muhammad Nazaruddin.
"Secara pribadi. Saya tidak mempunyai kartu masuk dari komisi III. Saya datang untuk melihat saudara saya yang sedang sakit karena saya abang kandung dari Nazar," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini kepada Metro TV dari Medan, Sumatra Utara, Ahad (12/2).
Ia menjelaskan sengaja menemui Nazar karena mendapat kabar dari pengacara bahwa Nazar sakit. Bahkan lantaran sakit sidang Nazar sempat ditunda. "Dapat kabar juga bahwa jaksa juga datang menemui Nazar untuk memastikan kondisi Nazar," paparnya.
Ia mengaku bisa masuk LP Cipinang setelah meminta izin petugas LP. "Saya menghubungi kepala rutan dalam kondisi tidak bisa dihubungi. Saya pun menghubungi petugas rutan meminta izin, diizinkan masuk dan dia antarkan," ungkapnya.
Setelah di dalam, ternyata sudah ada orang yang bersama Nazar. Mereka antara lain adalah mantan pengacara Mindo Rosalina Manulang, Djufrie Taufik. Nasir mengaku tak mengetahui apa pembicaraan Nazar dengan orang-orang itu. "Saya tidak mau tahu karena datang menjenguk adik saya sakit," ujarnya.
"Maunya (Denny) jangan di luar jam besuk, tapi saya minta maaf karena kondisi Nazar sedang sakit," Nasir menceritakan.
Nasir juga membantah memberikan imbalan kepada petugas LP agar bisa menemui Nazar. "Saya cuman minta izin supaya melihat adik saya. Kemanusian yang timbul dari penjaga," katanya.
Dia juga menolak disebut kerap menemui Nazar di luar jam besuk. Bahkan, ia justru mengaku sebelumnya ia pernah sempat tak diizinkan masuk karena di luar jam besuk. "Saya rasa ini manusiawi janganlah dipermasalahkan, ini hubungan antara adik dan abang," pintanya.
Pengakuan Nasir ini bertentangan dengan pernyataan Wamenkumham, Denny Indrayana. Denny bilang dalam buku tamu milik M. Nazaruddin tertulis bahwa M. Nasir datang sekitar pukul 21.00 WIB. Sedangkan Nasir mengaku datang sekitar pukul 22.00 WIB.
"Sedangkan saya datang sekitar pukul sebelas malam, yang bersangkutan (M Nasir) masih di sana. Sesuai aturan, kunjungan di rutan atau lembaga pemasyarakatan (Lapas) maksimal hanya setengah jam saja," katanya.
Denny pun mengatakan bahwa berdasarkan catatan di buku tamu Nazaruddin tercatat bahwa Nasir berulang kali melakukan kunjungan, termasuk pada hari libur. Nasir justru bilang hanya datang kali karena Nazar sakit.(BEY)




Sebenarnya DI menolong MN atau membongkar kejahatan MN atau memfitnah MN?
Emang dasar poli tikus. Yg hrs dipertanyakan ada apa dg mantan pengacara mindo rosalina. Jgn2 smw mantan pengacacara bs "membongkar rahasia mantan klien" spt yg di lakukan Hotman paris yg mengatakan "sy tahu betul brp kekayaan Ajie" ......jgn2 pengacara mmg kompromi sesamanya. Klien jd sumber ke uangan yg di bolak balik semau mrk. :::hhhhhhhhh indonesiaku....manusianya yg pintar2 bnyk yg moral n pikirannya bobrok !!!
Missed comunication!
KATAKAN SAJA PRO KORUPTOR !OTAK REKAYASA KASUS SEPERTI OTAK ANJING dan JANGAN BANYAK BACOT !!! KECUALI MULUT BABI
Sigayus tambunan pun dulu,kamu bilangnya Deni kebetulan jumpa di singapura.Pikirmu dgn cara begitu kamu bisa menyelamatkan PARTAImu.Jangan harap Deni, kecuali anggota Partaimu yg terindikasi Korupsi segera masuk bui,hanya itu jalan satu-satunya utk menyelamatkan partaimu.