Bentrokan Terjadi di depan Gedung Parlemen Yunani

Headline News / Internasional / Senin, 13 Februari 2012 06:13 WIB

Metrotvnews.com, Athena: Bentorkan terjadi antara para pengunjuk rasa dan polisi anti huru-hara di luar Gedung Parlemen Yunani, Ahad (12/2) kemarin. Bentrokan terjadi ketika pemerintah dan anggota parlemen berdebat soal langkah-langkah penghematan untuk menyelamatkan dana talangan berikutnya.

Puluhan ribu pemrotes berkumpul di lapangan di depan gedung parlemen ketika perdebatan itu berlangsung. Ketika jumlah pemrotes semakin besar ratusan demonstran langsung berbuat anarkis dengan melemparkan botol dan bom molotov ke polisi. Polisi membalasnya dengan melemparkan gas air mata dan granat asap.

Sekitar 6 ribu polisi anti huru-hara dikerahkan untuk menangkal para demonstran. Seorang polisi terluka terkena bom molotov.

Para anggota parlemen melakukan perdebatan keras selama 10 jam dan berakhir Senin dini hari tadi. Pembuatan undang-undang untuk program penghematan ini menjadi syarat dicairkannya dana talangan sebesar US$ 171,46 miliar dari Uni Eropa dan IMF.

Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos minta diadakan pemungutan suara untuk mencapai kesepakatan, karena Yunani harus mengikuti jadwal yang ketat agar terhindar dari kebangkrutan. Kesepakatan ini harus dicapai sebelum tanggal 14 Maret nanti atau Yunani akan dinyatakan bangkrut.(RIZ)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *