Meriah Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2012 19:43 WIB

SUASANA perayaan Tahun Baru Imlek terasa sejak sepekan terakhir. Itu bisa terasa dari warna merah yang mendominasi pemandangan kota dan arus balik dari warga Tionghoa untuk kembali ke kampung halaman guna berkumpul dengan keluarga besar mereka.

Tradisi Imlek sudah berlangsung panjang. Tahun ini akan memasuki Tahun ke-2563. Seperti halnya Lebaran di Indonesia, di Negeri China, warga negeri raksasa itu juga melakukan mudik untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Begitu banyaknya warga yang mudik, sehingga dikatakan sebagai peristiwa mudik terbesar di dunia.

Kita pantas berterima kasih kepada Gus Dur, karena tradisi Imlek bisa dirayakan kembali di Indonesia. Apalagi ketika di zaman Pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional. Itulah yang membuat tradisi mudik Imlek juga hidup kembali di Indonesia.

Kita sambut perayaan Tahun Baru Imlek karena ini bisa kita jadikan momentum untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Setelah tiga pekan lalu kita merayakan tahun baru Masehi, kali ini kita bisa mempertegaskan refleksi dan sekaligus menetapkan resolusi untuk tahun mendatang. Apalagi tahun ini kita akan memasuki Tahun Naga Air yang diyakini akan lebih banyak memberikan keberuntungan.

Terutama kepada warga keturunan Tionghoa, kita bisa belajar kultur mereka yang ulet, pintar untuk mengelola uang, dan tajam dalam intuisi bisnis. Kelompok masyarakat ini sangat tangguh dalam berbisnis dan itu kita sangat perlukan dalam menghadapi era perdagangan bebas.

Selama ini bisnis kita anggap sebagai profesi yang tidak membanggakan. Persepsi yang kuat pada kebanyakan kita, dagang itu identik dengan kelicikan. Berdagang hanya sekadar mengejar keuntungan dan tidak mengindahkan soal nilai.

Kita terlambat untuk menyadari bahwa menjadi pengusaha tidak kalah pentingnya. Ada tiga pilar yang menentukan kemajuan sebuah bangsa yakni pilar politik dan pemerintahan, pilar lembaga swadaya masyarakat, dan pilar ketiga yakni dunia usaha.

Bahkan ada yang mengatakan, sebuah negara harus memiliki sedikitnya dua persen wirausahawan apabila negaranya ingin maju. Kita karena persepsi yang keliru tadi agak terlambat membangun wirausahawan. Sekarang ini baru 0,24 persen saja dari angkatan kerja yang ada yang memilih menjadi wirausahawan.

Dengan terbatasnya jumlah wirausahawan yang ada, tidak usah heran apabila jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak mencukupi untuk bisa menyerap angkatan kerja yang ada. Tingginya angka pengangguran disebabkan oleh tingginya ketergantungan setiap orang kepada orang lain.

Ciri dari wirausahawan, mereka tidak tergantung kepada lapangan kerja yang ada. Mereka justru menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Dengan jiwa kewirausahawan itulah maka mereka yang menjadi pengusaha membantu orang lain untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Di sinilah kita berharap kepada saudara kita yang keturunan Tionghoa. Sebagai warganegara yang bertanggung jawab, kita mengharapkan di tahun baru Imlek ini mereka mau mengembangkan lagi bisnis mereka, agar lebih banyak lagi orang bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Lebih dari itu kita mengharapkan partisipasi mereka untuk ikut membantu warga kebanyakan untuk mengenal bisnis. Dengan bimbingan mereka, kita mengharapkan bisa ditularkan intuisi bisnis agar lebih banyak warga bangsa ini yang memiliki jiwa kewirausahaan.

Hanya dengan itulah maka kita bisa lebih percaya diri untuk menghadapi era perdagangan bebas. Sebab, hanya dengan intuisi bisnis yang tajam, maka kita akan mampu melihat peluang dan tidak hanya larut dalam keluhan.

Tahun Baru Imlek harus kita pakai untuk memperkukuh kebersamaan kita sebagai bangsa. Kita tinggalkan segala perbedaan asal-usul kita dan sekarang siapa pun yang mengaku sebagai warganegara Indonesia, mereka mempunyai tanggung jawab yang sama untuk ikut memajukan bangsa dan negara ini.

Apabila kita bisa memperkukuh kebersamaan, maka kita tidak pernah akan takut menghadapi era perdagangan bebas ke depan. Apabila kita mampu membangun kultur yang ulet, disiplin, kerja keras, dan hemat dalam pengeluaran, maka kita akan bisa menapaki masa depan yang lebih baik.

Dengan itulah maka kita menyambut Tahun Baru Imlek. Semoga dengan momentum kebersamaan ini kita akan bisa menapaki tahun yang akan berjalan dengan lebih baik dan semua orang akan bisa menikmati kehidupan yang lebih makmur.Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fat Cai!

Bookmark and Share



KOMENTAR [2]

  • nifira, Jumat, 6-Februari-2012

    Kalender cina mengenal shio tp di Indonesia yg populer hanya 3 shio trtm para penguasa shio kelinci=bikin kelinci percobaan,shio kambing=gampang cr kambing hitam,shio sapi=jadi sapi perah ha.ha. Gong Xi Fat coi- haiyah..

  • stefanus, Senin, 2-Januari-2012

    GUS DUR adalah negarawan terbaik di dunia, sangat pantas menjadi pahlawan nasional ,yg diharapkan orang tionghoa bukan hanya acara imlek, tetapi kebersamaan kita semua bisa turut membangun Indonesia yang kuat, semua rakyatnya diberi kemakmuran, sesuai dengan profesi kita yg beragam kita semangat membangun indonesia

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *