- Kejahatan Bersenjata Sudah Keterlaluan
- 10 Tahun Tanpa Piala Thomas
- Grasi untuk Corby
- Kita Antar Kepergian Korban SSJ-100
- Jangan Salahkan Reformasi
- Wanadri Taklukkan Everest
- Menggelorakan Kebangkitan Nasional
- Hiburan Istimewa di Akhir Pekan
- Pengetatan Vs pelonggaran Ekonomi
- Menghentikan Kebiasaan Tawuran
- Bukan Republik Ormas
- Awas Pemborosan Anggaran
- Mengungkap Misteri Jatuhnya SSJ-100
- Tantangan Program Hilirisasi Industri
- Luar Biasa Kerja Tim SAR
Ketika Pilot Pakai Sabu
Sabtu, 4 Februari 2012 18:26 WIB
BELUM lepas dari ingatan kita bagaimana seorang pengemudi yang terpengaruh narkotika dan obat berkendara di jalan raya. Ketidaksadaran sang pengemudi menyebabkan sembilan orang pejalan kaki harus menjadi korban, tewas tertabrak di sekitar Tugu Tani, Jakarta.
Kekhawatiran seperti itulah yang muncul ketika seorang pilot tertangkap menggunakan sabu. Padahal tiga jam kemudian pilot itu harus menerbangkan pesawat dari Surabaya menuju Makassar. Ratusan penumpang pesawat nasibnya dipertaruhkan kepada pilot yang tidak bertanggung jawab itu.
Kita sepakat bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai kasus biasa. Apalagi kasus ini bukan baru pertama kali terjadinya. Sebelumnya dua pilot dari perusahaan penerbangan yang sama tertangkap juga sedang menggunakan sabu.
Pihak perusahaan penerbangan tentunya tidak boleh tinggal diam. Ada hal yang penting harus diperhatikan yakni perilaku dari pilot mereka dan pilot-pilot itu seharusnya paham akan tanggung jawabnya terhadap keselamatan ratusan penumpang yang ikut dalam penerbangannya.
Pemerintah haruslah bertindak tegas. Apalagi ketika kejadian itu terjadi berturut-turut dalam waktu yang berdekatan, harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jangan biarkan masyarakat akhirnya menjadi korban dari perilaku pilot yang membahayakan jiwa mereka.
Terutama perlindungan kepada kepentingan umum harus menjadi perhatian pemerintah. Apalagi ini menyangkut jiwa orang banyak. Bukan hanya ratusan orang yang ada di dalam pesawat, tetapi ribuan orang yang berada di bawah.
Selama ini pemerintah tidak terlalu peduli dengan keselamatan umum. Kita memang sedang hidup di era yang serba cepat. Konsekuensi dari kecepatan adalah kecelakaan. Namun kita tidak mencoba bertindak untuk mengurangi kecelakaan dan melindungi masyarakat.
Begitu banyak kecelakaan yang terjadi dalam kaitannya dengan transportasi. Begitu banyak sudah orang yang menjadi korban kecelakaan. Tetapi semua tidak juga menggerakkan kita untuk bisa mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi.
Apalagi untuk yang namanya penerbangan. Kita tahu bahwa pesawat terbang bukanlah angkutan umum yang biasa. Karena teknologi tinggi yang dipergunakan, dibutuhkan orang-orang khusus untuk mengoperasikannya. Bukan hanya sekadar keterampilan untuk bisa menerbangkan pesawat, tetapi kesadaran bahwa ia mempertaruhkan nyawa orang yang begitu banyak.
Kita selalu diingatkan bahwa dalam industri penerbangan tidak dikenal yang namanya toleransi. Semuanya harus berada dalam kondisi yang sempurna, karena sekali pesawat mengudara tidak ada ruang sekecil apa pun untuk salah. Sedikit saja terjadi kesalahan, maka akibatnya sangatlah fatal.
Inilah sekali lagi yang membuat kita pantas untuk segera bertindak, menyusul ditangkapnya beberapa pilot yang menggunakan sabu. Terlalu mahal harga yang harus kita bayar apabila kita harus menunggu terlebih dahulu kecelakaan yang fatal.
Kecelakaan yang terjadi di Tugu Tani saja sudah membuat kita semua terpukul. Trauma bukan hanya dihadapi oleh para pejalan kaki yang merasa semakin tidak aman ketika berada di trotoar, tetapi juga bagi pengemudi yang mencelakakan orang lain serta keluarganya.
Orang seperti Arfiyani dan juga orangtuanya begitu menyesal telah mencelakakan orang lain. Tetapi penyesalan itu tidak ada lagi gunanya. Sembilan orang pejalan kaki sudah meninggal dunia dan semua orang menjadi begitu berduka.
Semua kejadian yang mengenaskan itu sepantasnya menyadarkan kita untuk juga bertindak lebih keras melawan penggunaan narkoba. Begitu banyak orang yang menjadi korban dari perdagangan obat terlarang itu. Kita benar-benar sudah menjadi pasar dari perdagangan narkoba.
Sayangnya kita seperti tutup mata dan setengah hati untuk memerangi penggunaan narkoba. Pemberantasan narkoba hanya dilakukan di permukaan. Tetapi bisnis narkoba dibiarkan terus merebak dan ironisnya para penegak hukum menjadi bagian dari sindikat perdagangan narkoba.
Berbagai peristiwa yang terjadi terakhir ini harus menyadarkan kita semua untuk lebih bersungguh-sungguh melawan peredaran narkoba. Atau kita akhirnya menjadi korban dari perdagangan narkoba yang menjadi salah satu musuh utama masyarakat dunia.


Regulasi & kontrol sdh hrs ditingkattkan dan djkan sbg mana mstix. Hal ini bukan hax tg jwb pribadi maupun internal mask penerbabgan itu sendiri tetapi sdh hrs mendpt perhatianpemerintah khusux pihak keamanan krn sdh mengancam kepent publik & rakyat
Calon penumpang domestik saat ini berada dalam kondisi yang berbahaya karena maskapai penerbangan lokal abai dalam pengawasan terhadap para pilotnya. Untuk itu diharapkan BNN melakukan inisiatif merazia semua pilot dinegri ini. Buat calon penumpang yang menggunakan jasa penerbangang, mulai saat ini jangan lagi menggunakan maskapai penerbangan yang para pilonya pengguna narkoba kecuali ada perbaikkan pengawasan setelah dibukktikan terlebih dahulu bahwa para pilotnya bebas narkoba.
Knapa ga disebutin skalian penerbangannya apa? Biar pembaca waspada?? Takut ga pasang iklan ya?hemm brarti metro ga brani ungkapin fakta :((
Knapa ga disebutin skalian penerbangannya apa? Biar pembaca waspada?? Takut ga pasang iklan ya?hemm brarti metro ga brani ungkapin fakta :((
Tidak perlu pilot atau sopir, ibu rumah tangga sekalipun yg memakai sabu, tetap salah, tetap melanggar hukum... Ini bukan masalah kepercayaan, narkoba itu secara ilmu pengetahuan dan psikologis terbukti merusak tubuh dan mentalitas pemakainya...