- Kejahatan Bersenjata Sudah Keterlaluan
- 10 Tahun Tanpa Piala Thomas
- Grasi untuk Corby
- Kita Antar Kepergian Korban SSJ-100
- Jangan Salahkan Reformasi
- Wanadri Taklukkan Everest
- Menggelorakan Kebangkitan Nasional
- Hiburan Istimewa di Akhir Pekan
- Pengetatan Vs pelonggaran Ekonomi
- Menghentikan Kebiasaan Tawuran
- Bukan Republik Ormas
- Awas Pemborosan Anggaran
- Mengungkap Misteri Jatuhnya SSJ-100
- Tantangan Program Hilirisasi Industri
- Luar Biasa Kerja Tim SAR
Transaksi Mencurigakan Nazaruddin
Senin, 20 Februari 2012 19:20 WIB
TEMUAN tersebut disampaikan Pusat Pelaporan Transaksi dan Analisis Keuangan saat melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPR. Setidaknya ada 20 transaksi mencurigakan yang diduga dilakukan mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan selanjutnya PPATK mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menelusuri lebih lanjut temuan tersebut.
Temuan ini seakan mengkonfirmasikan masifnya korupsi yang dilakukan Nazaruddin ketika ia masih menjabat sebagai bendahara partai. Begitu banyaknya dana dari kementerian yang diambil oleh Nazaruddin melalui berbagai proyek yang dimenangi oleh perusahaannya.
Saat masih memimpin KPK, Busyro Muqodas sudah menyampaikan bahwa banyak kasus korupsi yang diduga dilakukan Nazaruddin. Itu terjadi dibanyak kementerian mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perhubungan, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesehatan, hingga Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Bahkan ketika itu sudah disampaikan pula bahwa Nazaruddin tidak bekerja sendirian. Salah satunya Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin, diduga ikut terlibat dalam korupsi pada beberapa proyek, sehingga kemudian ditetapkan KPK sebagai tersangka. Hanya saja sampai saat ini Neneng masih buron dan tidak diketahui di mana berada.
Kita sengaja angkat persoalan ini agar kita jangan berlama-lama membuang energi untuk kasus ini. Kita mendesak penegak hukum bekerja lebih keras agar bisa mengungkap kasus yang merugikan kepentingan rakyat banyak.
Apa yang terjadi dalam kasus pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI hanyalah sebagian kecil dari megakorupsi yang terjadi. Ada triliunan rupiah uang negara yang diduga dikorupsi Nazaruddin dan tidaklah adil jika kasus-kasus yang lain itu tidak juga diungkap.
Kita sangat mengharapkan agar juga bisa diungkap, siapa saja yang menikmati uang korupsi Nazaruddin? Apakah itu hanya korupsi yang dilakukan seorang diri ataukah itu korupsi yang dilakukan secara bersama-sama?
Nazaruddin yang kini sudah duduk di kursi pesakitan, berulangkali menegaskan bahwa ia hanyalah pelaksana. Ada pihak-pihak lain yang mengatur korupsi yang ia lakukan dan hasil korupsi dari berbagai kementerian dipakai untuk berbagai kepentingan.
Salah satu yang sering disebut-sebut, hasil korupsi yang dilakukan dipakai untuk pemenangan Anas Urbaningrum pada Kongres Partai Demokrat di Bandung. Ada dana sebesar Rp 30 miliar dan 5 juta dollar AS yang dipakai untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Satu demi satu fakta yang berkaitan dengan semua itu mulai terkuak. Orang-orang yang ikut menikmati uang dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung mulai bersuara. Mereka mengakui menerima uang baik dalam bentuk rupiah maupun dollar AS.
Tidak hanya itu, terpidana kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Mindo Rosalina Manulang mulai mengungkapkan adanya menteri yang meminta fee dari proyek yang diperoleh perusahaan Nazaruddin. Menteri itu meminta jatah delapan persen dari nilai proyek yang diberikan kementeriannya.
Terutama fakta yang terakhir ini sangat menyakitkan, apabila sampai benar. Bagaimana seorang menteri masih memikirkan untuk mendapatkan fee dari proyek yang ada di kementeriannya. Padahal tanggung jawab yang ia pikul adalah bagaimana membuat anggaran yang ada di kementeriannya bisa bermanfaat bagi kehidupan rakyat banyak.
Sungguh merugilah bangsa dan negara ini, apabila dipimpin orang-orang seperti itu. Tidak ada sama sekali loyalitasnya kepada negeri. Ternyata loyalitas mereka lebih bertumpu kepada bagaimana caranya memperkaya diri sendiri.
Kita tidak merasa heran apabila kemiskinan masih besar jumlahnya di negara kita ini. Bagaimana kita mau mengentaskan kemiskinan, apabila pemimpinnya lebih memikirkan kesejahteraan dirinya daripada kesejahteraan rakyatnya.
Mereka begitu tega untuk menyalahgunakan anggaran yang ada di kementerian, demi menikmati kehidupan yang berlebihan. Kita pun jadi semakin mengerti, mengapa ekonomi negara ini tumbuh dengan baik, namun gagal untuk menyejahterakan seluruh rakyatnya. Itu disebabkan karena belanja masyarakat terus meningkat, tetapi itu hanya dilakukan segelintir masyarakat yang hidup di atas saja.
Kita sungguh merasa sedih bahwa partai tidak mampu melakukan perbaikan ke dalam. Mereka tahu kerusakan yang dilakukan kadernya, namun mereka seperti tidak berdaya untuk melakukan koreksi atas perilaku para kadernya.
Kita tentu tidak sedang berjalan ke arah kehancuran. Kita masih berharap adanya kemauan dari para penegak hukum untuk menyelamatkan masa depan negeri ini. Temuan PPATK harus terus kita dorong agar ditindaklanjuti oleh para penegak hukum.


yang kaya makin kaya
yang miskin makin miskin.
Menurut saya, hakim harus jeli memberikan pertanya an kepada tersangka, kayanya hakim yang menangani wisma atlet ini kurang tegas, ganti aja hakimnya, dengan arbatinyaho. Itu baru paten.
KPK harus didukung rakyat yang peduli dengan gerakan anti korupsi. Dukungan ini dimulai dari memberikan dorongan dan monitoring progres pengungkapan kasus oleh KPK, dimulai dari mega korup Nazaruddin yang mencoba mencuci uangnya diberbagai perusahaan kemudian jaringan-jaringan lain yang belum terungkap terutama dilingkungan birokrasi karena disitulah sarang tikus sebenarnya kemudian dilanjut dengan rekening-rekening gendut yang mencurigakan. Rakyat sudah semakin geregetan dengan penanganan korupsi yang berjalan lambat. Ayo KPK naikan gigi anda, gunakan kekuatan rakyat anti korupsi untuk menambah power kalian dalam meningkatkan akselerasi.Bunuhlah para pengkhianat bangsa ini, jadikanlah mereka itu sampah.
Nazarudin salahsatu dr jutaan pejabat yg korupsi proses hukum yg berbelit, adili siapapun yg terlibat ga pandang bulu, jgn beraninya mengadili maling ayam aza! Negara apa ini? Makin hr ga tahu skala prioritas...
Nazarudin salahsatu dr jutaan pejabat yg korupsi proses hukum yg berbelit, adili siapapun yg terlibat ga pandang bulu, jgn beraninya mengadili maling ayam aza! Negara apa ini? Makin hour ga tahu skala prioritas...