Metrotvnews.com, Simeulue: Kondisi ketahanan pangan di Kepulauan Simeulue, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, sangat dikhawatirkan.
Pasalnya, banyak desa di pulau terdepan wilayah selatan Aceh yang berbatasan dengan Australia itu sekarang mengalami kekurangan bahan pangan sehingga sangat tergantung pasokan dari luar kepulauan tersebut.
Simeulue merupakan kabupaten kepulauan terpencil di tengah laut Samudera Hindia yang memiliki 41 pulau kecil. Sebagian masyarakat setempat hidup di pulau-pulau kecil yang tidak memiliki transportasi laut memadai. Untuk berhubungan antarpulau kecil itu mereka harus menggunakan perahu mesin.
Sesuai data Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh, Selasa (1/1), menyebutkan sebanyak 52 desa di Kepulauan Simeulue mengalami rentan pangan. Ini dari 138 desa yang ada di kabupaten paling luar di selatan Indonesia itu.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Hasanuddin Darjo mengatakan dari 52 desa yang rentan bahan pangan itu sebanyak 17 di antaranya tergolong sangat rentan dan 35 lain rentan. Tapi Hasanuddin Darjo yang juga Ketua Forum Kakao Aceh tidak menyebutkan secara rinci nama-nama desa di tersebar di 10 kecamatan setempat.
Hal itu terjadi karena beberapa faktor sehingga menjadi kendala sangat serius. Misalnya, produksi bahan pangan, terutama hasil pertanian, di wilayah kepulauan itu sangat sedikit yakni tidak menutupi untuk kebutuhan lokal.
Terbatasnya angkutan laut seperti feri yang hanya menyeberangi selang satu hari melalui Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, dan Singkil, Aceh Singli, juga menjadi hambatan.
Persoalan serius lain ialah faktor alam seperti cuaca buruk dan gelombang tinggi yang sering mengganggu pelayaran ke kabupaten berjarak 105 mil dari daratan Aceh tersebut. Pihaknya di bawah pimpinan Guberbur Aceh Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf sedang mencari format tepat untuk keluar dari persoalan itu.
"Ini persoalan yang sudah bertahun-tahun tidak boleh dibiarkan begitu saja. Kami sangat khawatir nasib 86.407 warga Simeulue, kalau sepekan saja terhenti angkutan feri. Saya harus segera lapor ke gubernur," jelas Hasanuddin yang baru dilantik sekitar tiga bulan itu. (MR/OL-5)