Metrotvnews.com, Denpasar: DPD Partai Golkar Bali resmi mengusulkan Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta sebagai satu-satunya calon wakil gubernur untuk mendampingi Made Mangku Pastika dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali yang digelar pada 15 Mei.
Ketua Tim Pemenangan Pilgub DPD Golkar Bali I Gusti Putu Wijaya di Denpasar, Sabtu (19/1) menjelaskan Sudikerta adalah representasi dari partai berlambang pohon beringin itu di Bali. Apalagi, Partai Golkar mendapat kompensasi sebagai wakil gubernur karena Mangku Pastika maju melalui Partai Demokrat yang telah menjalin koalisi bersama tujuh partai lainnya. "Kami ingin memberikan masukan objektif kepada DPP dan Pastika tentang kandidat tepat pendampingnya di pilgub," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pemilihan Sudikerta juga merupakan bagian dari strategi pemenangan Pilgub Bali. Pastika, sambung Wijaya, mewakili masyarakat Bali utara, sedangkan Sudikerta memiliki basis kuat di Bali selatan. "Pilgub ini benteng terakhir kami. Kami tidak ingin kalah," ucap Wijaya.
Wijaya mengaku pihaknya tengah menunggu keputusan DPP soal usul kandidat calon wakil gubernur. "Semua keputusan tergantung DPP. Tak lama lagi akan digelar rapat di Jakarta," kata Wijaya.
Ia mengaku nama yang dikirim dan masuk pleno sebenarnya ada 5 orang. Namun kemudian menguat 2 nama yakni I Wayan Geredeg yang saat ini menjadi Bupati Karangasem dan I Ketut Sudikerta yang saat ini menjadi Wakil Bupati Badung. Pleno tersebut hanya dihadiri oleh pengurus DPD Provinsi dan seluruh anggota dewan pertimbangan serta organisasi sayap lainnya. Dasar yang dipakai adalah Juklak No 13 tahun 2011.
Dan akhirnya diputuskan satu nama yang akan mendampingi Made Mangku Pastika yakni I Ketut Sudikerta. "Kesimpulan rapat tetap prioritas I Ketut Sudikerta sebagai simbol partai di Bali yang utama. Kemudian kami ingin memberikan masukan yang objektif ke DPP dan ke Mangku. Pertimbangan perimbangan wilayah utara selatan, jumlah pemilih, komposisi lawan dan sebagainya. Termasuk hal-hal lain yang berhubungan dengan pilgub, keutuhan partai, dana, dan sebagainya. Kami tidak mau kalah di sini, semua faktor sudah kami pertimbangan, ini kami anggap sangat positif," ujarnya. (OL/OL-04)