Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir yang terjadi di Jakarta selama hampir sepekan ini telah menewaskan 20 orang.
Dari jumlah tersebut BNPB mencatat sebagian besar korban justru meninggal di lokasi yang jauh dari sungai-sungai yang meluap.
Contohnya, korban tersengat listrik karena berada di rumah atau tempat yang terendam banjir dan terjebak hingga meninggal di basement gedung yang dipenuhi air seperti di Plaza UOB, Jakarta, baru-baru ini.
"Dari jumlah pengungsi, terdapat 45.954 jiwa yang belum bisa kembali ke rumah. Sebagian mengungsi karena tempat tinggal mereka masih terendam banjir dan masih diperlukan pembersihan lingkungan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya yang diterima Metrotvnews.com pada Senin (21/1).
Dari 45.954 pengungsi tersebut, dari Jakarta Utara sebanyak 17,237 jiwa, Jakarta Barat 22,315 jiwa, Jakarta Pusat 1,268, Jakarta Timur 1,442 jiwa, dan Jakarta Selatan 430 jiwa. Secara keseluruhan, tercatat 100.274 keluarga atau 245.119 jiwa terdampak.
"Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan bisa saling bahu-membahu untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban banjir," tutup Sutopo. (BE/OL-5)