Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Humas Badan Nasional Penaganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan pihaknya tidak mampu berbuat banyak terkait belum meratanya distribusi bantuan bagi korban bencana banjir Jakarta. Pasalnya, koordinasi terkait pembagian bantuan tersebut sepenuhnya di tangan Pemerintah Provinsi.
"Kalau soal koordinasi distribusi tersebut jangan tanya saya, tanyalah pak Gubernur Jokowi, selama ini BNPB telah melakukan yang kami bisa memberikan alokasi pendanaan dan menggandeng berbagai pihak untuk menuntaskan persoalan banjir ini," tegas Sutopo saat dihubungi Senin (21/1).
Menurut Sutopo, harusnya koordinasi bantuan logistik tersebut ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan melibatkan jenjang birokrasi terendah yakni ketua RT/RW . "Bantuan idealnya dikoordinir oleh BPBD, lalu diserahkan pada pemerintah ke unit-unit terkecil. Agar bisa efektif tersalurkan. Selama ini hanya ditangani pemprov," ujar Sutopo.
Sutopo menilai, kurangnya sumber daya manusia di BPBD turut mempengaruhi ketidakefektifan distribusi tersebut.
"Personel BPBD se Jakarta ini cuma 32 orang. Mengurusi wilayah rawan bencana yang begitu luas dengan tantangan medan yang sulit, karuan saja masalah kekurangan ini dan itu banyak terjadi saat ini di lapangan," tegas Sutopo.
Sutopo menilai hal tersebut menunjukan, pemerintah DKI Jakarta tidak serius dalam menangani bencana Jakarta.
Sementara itu, terkait permintaan pengungsi korban banjir Jakarta untuk penyediaan air bersih dan MCK, BNPB mengaku belum bisa memenuhi semua kebutuhan tersebut. Sutopo berkilah, ketidaksiapan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pihaknya melainkan ketidaksiapan pemerintah provinsi dalam penanggulangan bencana.
"Kita memang kekurangan pompa dan MCK dan belum bisa memenuhi kebutuhan ini di semua titik pengungsian, tapi permasalahan ini bukan cuma pada BNPB melainkan perlu dipertanyakan juga kesiapan pemprov. Karena penganan darurat banjir Jakarta memang di bawah kendali Pemprov DKI," tegas Sutopo. (Soraya Bunga Larasati/Ol-3)