Metrotvnews.com, Malang: Jalur Lumajang-Malang, Jawa Timur, merupakan daearah rawan longsor. Pengguna jalan dan masyarakat harus waspada ketika berada di jalur tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Rochani mengatakan itu ketika dimintai konfirmasi terkait longsor di jalur Lumajang-Malang di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Longsor yang menimbun jalan sepanjang 13 meter pada Minggu (20/1) sempat membuat jalut itu lumpuh. Pada Senin (21/1), lokasi sudah bisa dilintasi kendaraan, namun dengan sistem buka tutup.
Rochani kepada Media Indonesia mengatakan, meski material tanah dan batu menutup badan jalan sepanjang pada Minggu (20/1), tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka. "Tanah longsor menutup badan jalan di jalur piket nol atau 55 kilometer dari Kecamatan Turen, Kabupaten Malang," ujarnya.
Setelah mengerahkan alat berat untuk membersihkan tanah dan batu, ujarnya, kini jalur itu sudah bisa dilalui kendaraan, namun dengan cara buka dan tutup. Pemerintah Kabupaten Lumajang kini juga endirikan posko siaga bencana di Kecamatan candipuro.
Ia menyebutkan, lokasi bencana longsor di jalur lintas selatan itu merupakan perbukitan. Selama musim hujan kawasan tersebut rawan bencana. "Oleh karena itu masyarakat hars meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut," katanya.
Selain mendirikan posko, BPBD setempat juga mengaktifkan kembali posko di sejumlah kecamatan yang masuk zona merah atau rawan bencana. Kawasan zona merah itu terutama berada di lereng Gunung Semeru yang dilintasi aliran Sungai Glidik, Mujur, dan Rojali. (BN/OL-01)