• Live Streaming
  • E Paper
  • Wideshot
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
  • NASIONAL

    Flu Burung Bali Menyebar di 4 Kabupaten

    Laporan:
    Senin, 21 Januari 2013 | 21:49 WIB
    MI/Ramdani
    TERKAIT

    Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali I Putu Sumantra menjelaskan, saat ini virus flu burung sudah menjangkiti 4 kabupatan di Bali. Jika sebelumnya hanya terjadi di Buleleng, Tabanan dan Klungkung, saat ini ditambah lagi satu kabupaten yakni Kabupaten Bangli.

    Penemuan terbaru di Kabupaten Klungkung Bangli dengan kematian lebih dari 100 ekor ayam dan itik sekaligus, membuat Pemprov Bali melakukan langkah antisipasi secara intensif dengan melakukan pengecekan seluruh peternak itik dan ayam di seluruh Bali secara serentak.

    Hasilnya, saat di ditemukan lagi di Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Sekalipun belum ada hasil laboratorium secara valid namun dari gejala sementara diindikasikan sudah tertular virus flu burung.

    "Kita sudah memperketat mobilitas unggas di seluruh Bali dan unggas luar Bali yang akan masuk ke Bali," ujarnya di Denpasar, Senin (21/1).

    Untuk sementara sudah positif di 4 kabupaten di Bali. Kemungkinan besar kabupaten lain akan menyusul, tergantung hasil pemeriksaan," ujarnya.

    Hingga saat ini sudah ada lebih dari 2600 itik dan ayam di Bali yang dieliminasi. Ribuan unggas ini adalah milik peternak yang ada di sekitar radius ternak yang unggasnya tertular. Selain itu ada sekitar lebih dari 1500 ekor itik dan ayam yang mati secara mendadak dan hasil laboratorium menunjukkan sudah positif flu burung. Untuk ternak yang dieliminasi sampai saat ini belum ada kejelasan jika para peternak akan mendapatkan kompensasi atau tidak.

    "Hingga saat ini belum ada keputusan dari pusat apakah para peternak akan mendapatkan uang kompensasi atau tidak karena menunggu kajian dari Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Tetapi pemerintah pusat menghendaki jika Pemda di seluruh. Indonesia yang diminta bantuan dan kerjasamanya agar ditalang dulu dengan khas daerah maasing-masing. Hal itu berarti, akan akan ada uang kompensasi bagi para peternak yang unggasnya dieliminasi," ujarnya.

    Namun demikian Sumantra menjelaskan, penetapan Bali sebagai provinsi darurat flu burung belum diketahuinya. Padahal Bali diketahui positif flu burung sejak 26 Desember saat itik di Buleleng mati secara mendadak hampir lebih dari 1000 ekor. Hasil test laboratorium menunjukkan kematian tersebut disebabkan positif virus flu burung.

    Selain itu, Sumantra juga menyangkal jika virus yang ada di Bali tersebut merupakan varian baru clade 1.3.2. "Hasil test laboratorium kami hanya mengetahui jika yang ada di Bali itu adalah H5N1 buka clade 1.3.2 atau yang disebut varian baru itu," ujarnya. (Arnold/OL-3)


    Editor:
    Komentar
    FOTO
    MORE ...